You don't have javascript enabled. Good luck with that.
Dua Tahun Kepemimpinan Anies, Pemprov DKI Siapkan Bahan Pangan Murah untuk Ketahanan Pangan Warga Ja

Dua Tahun Kepemimpinan Anies, Pemprov DKI Siapkan Bahan Pangan Murah untuk Ketahanan Pangan Warga Jakarta


Reporter: Aldi Geri Lumban Tobing
Editor: Toni Riyanto

15 Oktober 2019 20:40 WIB | Dibaca 1998 X
Kebutuhan pangan dengan harga yang terjangkau menjadi salah satu hal utama untuk mewujudkan Jakarta berketahanan.

Pemprov DKI Jakarta berkomitmen untuk memastikan stabilitas harga pangan dan mengalokasikan anggaran lebih dari Rp 1 triliun per tahun untuk subsidi bahan pangan, sehingga harga lebih murah serta dapat dijangkau oleh seluruh warga Jakarta, khususnya warga yang tidak mampu.

Seperti dikutip dari siaran pers PPID Provinsi DKI Jakarta, Selasa (15/10), komitmen ini diwujudkan dengan meluncurkan aplikasi info pangan murah Jakarta dan aplikasi sistem informasi pangan bersubsidi (SPIB), menyalurkan dana bantuan pangan non tunai bagi warga tidak mampu, menggelar pasar murah, serta membangun gerai pangan bersubsidi bagi pekerja atau buruh. Selain itu, Pemprov DKI Jakarta juga menggelar Festival Pangan Jakarta 2019 yang bertujuan untuk menyebarluaskan informasi tentang potensi pengembangan pangan di Jakarta.

Terbaru, Pemprov DKI Jakarta meresmikan JakGrosir pada 22 September 2019, yang merupakan pusat perkulakan pertama di Kepulauan Seribu, tepatnya berlokasi di Pulau Tidung Kecil. Harga kebutuhan pokok, terutama bahan pangan di Kepulauan Seribu saat ini masih cukup tinggi dibandingkan dengan harga yang ada di daratan Jakarta.

Melalui adanya JakGrosir, kini masyarakat Kepulauan Seribu dapat berbelanja kebutuhan pangan dengan harga yang terjangkau. Hal ini sejalan dengan program Pemprov DKI Jakarta untuk menekan harga pangan. Lebih rendahnya harga suplai barang yang diterima oleh pedagang diharapkan diikuti dengan harga yang lebih murah dan stabil ditingkat konsumen. Hal ini akan mendukung terkendalinya inflasi di Ibu Kota.

Pedagang bisa mendapatkan barang dengan harga yang murah dan bersaing di Jak Grosir. Inilah yang Pemprov kendalikan bagaimana harga di warga itu bisa dikontrol, sehingga masyarakat di pulau bisa terjaga daya belinya.

Dengan beroperasinya JakGrosir di Pulau Tidung Kecil ini, maka nantinya kebutuhan pangan murah untuk pulau-pulau yang ada di seluruh Kepulauan Seribu juga akan disalurkan dari sana. Ke depan, JakGrosir diharapkan dapat hadir di wilayah atau pulau lainnya di Kepulauan Seribu.

Untuk jenis produk bahan pokok yang disubsidi, yakni;

-    Daging sapi: 35.000 rupiah per kg,
-    Daging ayam: 8.000 rupiah per kg,
-    Telur ayam: 10.000 rupiah per tray,
-    Beras: 30.000 rupiah per 5 kg,
-    Ikan: sekitar 13.000 rupiah per kg,
-    Susu: 30.000 rupiah per karton (isi 24 pak, @200 ml).

Satu paket komoditas ini memiliki harga pasaran sekitar 350.000 rupiah. Namun, penerima manfaat program pangan murah cukup membayar sebesar 126.000 rupiah saja dan sisanya dibayar oleh Pemprov DKI Jakarta.

Dinas Ketahanan Pangan, Kelautan dan Pertanian Provinsi DKI Jakarta menyatakan, peruntukan target penerima subsidi pangan, yaitu pemegang KJP Plus, pemegang Kartu Pekerja Jakarta, pemegang Kartu Lansia Jakarta, pemegang Kartu Penyandang Disabilitas Jakarta, Petugas Prasarana dan Sarana Umum (PPSU) dan Pegawai Harian Lepas (PHL) dengan pendapatan UMP, serta penghuni rusun milik Pemprov DKI Jakarta. Pada 2019, program Pangan Murah dianggarkan sebesar Rp 1,078 triliun untuk 1.100.894 orang. Jumlah ini meningkat dari tahun 2018, sebesar Rp 885 miliar untuk 840.630 orang.  

Program pangan murah tersebut diselenggarakan di toko perkulakan dan pasar-pasar yang ada di Jakarta, buka setiap hari Senin hingga Sabtu, pukul 08.00-17.00 WIB. Selain itu, pangan murah juga bisa diperoleh di sejumlah rusun dan RPTRA yang telah dijadwalkan oleh Dinas Ketahanan Pangan, Kelautan, dan Pertanian Provinsi DKI Jakarta, rutin diadakan setiap bulan, pada pukul 08.00-12.00 WIB.