You don't have javascript enabled. Good luck with that.

For a better view,
please rotate your phone

Semarak Perayaan HUT RI di Jakarta

Andhika Permata
Kadisparekraf DKI Jakarta
Sabtu, 15 Agustus 2026 | 251

Perayaan Hari Ulang Tahun (HUT) ke-81 Kemerdekaan Republik Indonesia (RI) di Jakarta tahun ini dikemas tidak hanya sebagai seremoni, tetapi juga menjadi momentum untuk menghidupkan ruang publik, mempromosikan destinasi wisata, serta memberikan ruang yang lebih besar bagi komunitas, seniman, pelaku ekonomi kreatif, dan UMKM.

Pemerintah Provinsi (Pemprov) DKI Jakarta melalui Dinas Pariwisata dan Ekonomi Kreatif (Disparekraf) menghadirkan rangkaian kegiatan Gegap Gempita Kota Tua–Global Vibes Merdeka, Indonesia Berdaulat, Adil dan Makmur yang dipusatkan di kawasan Kota Tua.

Melalui rangkaian tersebut, perayaan kemerdekaan diarahkan untuk menghadirkan pengalaman yang tidak hanya menghibur masyarakat, tetapi juga mendorong kolaborasi, memperkuat daya tarik wisata Jakarta, serta menciptakan dampak ekonomi bagi pelaku usaha dan masyarakat sekitar.

Untuk mengetahui apa saja rangkaian perayaan HUT ke-81 Kemerdekaan RI di Jakarta, berikut petikan wawancara khusus beritajakarta.id bersama Kepala Disparekraf DKI Jakarta, Andhika Permata.

Q:Apa tema besar perayaan HUT ke-81 RI di Jakarta tahun ini?
A:Dalam rangka HUT ke-81 Republik Indonesia, Pemerintah Provinsi DKI Jakarta melalui Dinas Pariwisata dan Ekonomi Kreatif Provinsi DKI Jakarta menyelenggarakan kegiatan Gegap Gempita Kota Tua-Global Vibes Merdeka, Indonesia Berdaulat, Adil dan Makmur. Kota Tua dipilih sebagai lokasi utama karena memiliki nilai sejarah, budaya, dan pariwisata yang kuat. Melalui kegiatan ini, semangat kemerdekaan diharapkan dapat diterjemahkan ke dalam pengalaman wisata, ekspresi seni dan budaya, kreativitas generasi muda, sekaligus aktivitas ekonomi masyarakat.
Q:Apa yang membedakan perayaan HUT RI tahun ini dengan tahun-tahun sebelumnya?
A:Perayaan tahun ini tidak hanya seremoni, tetapi juga menjadi momentum untuk menghidupkan ruang publik, mempromosikan destinasi wisata Jakarta, serta memberikan ruang yang lebih besar bagi komunitas dan pelaku ekonomi kreatif. Jadi masyarakat tidak hanya datang untuk merayakan, tetapi juga menikmati Jakarta, berkarya, dan ikut menggerakkan ekonomi sehingga memberikan dampak nyata bagi masyarakat. Jadi, semangat yang ingin dibangun adalah merayakan kemerdekaan sekaligus menggerakkan Jakarta melalui pariwisata, seni, budaya, kreativitas, dan ekonomi masyarakat.
Q:Nilai-nilai apa yang ingin ditonjolkan Disparekraf lewat rangkaian acara HUT RI tahun ini?
A:Ada beberapa nilai utama yang ingin kami hadirkan. Pertama, semangat persatuan dan kebersamaan. Perayaan kemerdekaan menjadi ruang bagi masyarakat dari berbagai latar belakang untuk berkumpul dan merayakan Indonesia bersama-sama. Kedua, kreativitas dan inovasi. Kami ingin menunjukkan bahwa semangat kemerdekaan dapat diwujudkan melalui karya seni, pertunjukan, teknologi, kreativitas digital, serta berbagai bentuk ekspresi generasi muda. Ketiga, kecintaan terhadap sejarah dan budaya. Pemilihan Kota Tua sebagai lokasi utama merupakan bagian dari upaya mengajak masyarakat lebih mengenal, menikmati, sekaligus menghargai warisan sejarah dan budaya Jakarta. Keempat, keberlanjutan dan kepedulian terhadap lingkungan. Hal ini antara lain diwujudkan melalui kegiatan dan karya yang mengangkat isu sustainability serta pengelolaan lingkungan. Kelima, inklusivitas dan pemberdayaan masyarakat. Perayaan ini diharapkan dapat dinikmati seluruh lapisan masyarakat sekaligus membuka ruang partisipasi bagi komunitas, seniman, pelaku ekonomi kreatif, dan UMKM. Dengan demikian, semangat kemerdekaan yang kami hadirkan bukan hanya tentang hiburan, tetapi juga tentang persatuan, kreativitas, keberlanjutan, kebanggaan terhadap Jakarta, dan kesejahteraan masyarakat.
Q:Rangkaian acara apa saja yang digagas Disparekraf untuk memeriahkan HUT RI di Jakarta?
A:Gegap Gempita Kota Tua terdiri dari beberapa rangkaian kegiatan, antara lain Creative & Community: Jakarta Community Fest. Kemudian Insight & Art, yaitu Sustainability Jakarta - Senandung Dansa Pilah Sampah, instalasi Trilogi Cahaya Fatahillah dan video mapping Jakarta in Motion pada fasad Museum Sejarah Jakarta. Untuk puncak acara, ada Orkes Jingga (Orkestrasi Jakarta, Inspirasi dan Gelora Generasi Muda), yaitu perayaan kemerdekaan NKRI melalui pertunjukan dan hiburan kolaboratif yang memadukan talenta nasional dan teknologi cahaya.
Q:Bagaimana peran sektor pariwisata dan ekonomi kreatif dalam perayaan HUT RI tahun ini?
A:Event nasional dengan skala besar menghasilkan exposure yang dapat memperkuat positioning Jakarta sebagai kota wisata, budaya, dan ekonomi kreatif. Kota Tua, misalnya, sedang diarahkan menjadi kawasan terpadu yang menggabungkan sejarah, budaya, pariwisata, dan ekonomi kreatif. Selain itu, kegiatan ini memberikan ruang bagi pelaku kreatif lokal. Musisi, seniman pertunjukan, fotografer, desainer, perajin, content creator, hingga pelaku kuliner dapat terlibat dalam rangkaian kegiatan. Jadi, masyarakat bukan hanya menjadi penonton, tetapi juga pelaku ekonomi dari perayaan tersebut. Peningkatan jumlah wisatawan juga menciptakan multiplier effect yang berdampak bagi pelaku usaha kuliner, fesyen, kriya, produk kreatif, jasa transportasi, akomodasi, hingga pekerja seni. Model ekosistem seperti ini sejalan dengan pendekatan Jakarta yang menempatkan ekonomi kreatif sebagai salah satu mesin pertumbuhan baru.
Q:Lokasi utama perayaan HUT RI dipusatkan di mana saja?
A:Untuk lokasinya terpusat di Kota Tua, dipilih karena merupakan salah satu ikon destinasi wisata Jakarta yang memiliki kekuatan sejarah, arsitektur, budaya, seni, dan ekonomi kreatif.
Q:Adakah kolaborasi dengan seniman, pelaku ekonomi kreatif dan komunitas lokal Jakarta dalam acara HUT RI ini?
A:Pastinya untuk penyelenggaraan Gegap Gempita Kota Tua turut melibatkan komunitas lokal, pelaku ekonomi kreatif dan juga para seniman. Kita turut bekerja sama dengan Yayasan Komunitas Kota Tua yang beranggotakan para seniman yang sehari-harinya berekspresi di kawasan Kota Tua seperti seniman mural, seniman humanoid dan seniman sketsa. Selain itu, kita juga berkolaborasi dengan Eki Dance Company, yang merupakan kelompok tari profesional asal Jakarta. Kegiatan ini juga turut dimeriahkan oleh penampilan artis nasional seperti Ndarboy Genk, Anneth Delliecia, Sallsa Bintan dan Pasmingbased. Kolaborasi ini menjadi bentuk nyata bahwa perayaan kemerdekaan dapat menjadi panggung bersama bagi seniman nasional, seniman lokal, komunitas, dan generasi muda untuk menampilkan karya terbaiknya.
Q:Bagaimana Disparekraf memastikan UMKM kebagian manfaat dari perayaan HUT RI?
A:Salah satu pertimbangan dalam pemilihan Kota Tua adalah karena kawasan ini merupakan destinasi wisata yang memiliki ekosistem ekonomi masyarakat dan UMKM di sekitarnya. Ini yang kami maksud dengan multiplier effect. Sebuah event diharapkan tidak berhenti pada keberhasilan penyelenggaraan acara, tetapi memberikan dampak berantai kepada masyarakat dan pelaku usaha di sekitarnya. Ke depan, pendekatan seperti ini akan terus diperkuat sehingga event di Jakarta dapat menjadi salah satu instrumen untuk menggerakkan ekonomi lokal dan memperluas kesempatan usaha bagi masyarakat.
Q:Berapa estimasi perputaran ekonomi dari perayaan HUT RI tahun ini?
A:Untuk angka perputaran ekonomi, kami perlu menyampaikan secara hati-hati karena angka final harus didasarkan pada hasil pengukuran dan evaluasi setelah kegiatan berlangsung. Provinsi DKI Jakarta akan menggunakan Pedoman Penghitungan Dampak Event yang telah diterbitkan oleh Kementerian Pariwisata RI sebagai panduan untuk menghitung dampak ekonomi, yang di dalamnya akan melibatkan masyarakat pengunjung event, tenant-tenant yang terlibat, serta penyelenggara event sebagai responden. Data yang didapat akan menjadi bahan pengukuran tersebut. Perputaran ekonomi dapat berasal dari berbagai aktivitas, seperti transaksi UMKM dan kuliner, pembelian produk ekonomi kreatif, transportasi, parkir, akomodasi, serta aktivitas wisata lainnya. Karena itu, setelah kegiatan selesai, kami dapat melakukan evaluasi terhadap jumlah kunjungan, transaksi UMKM, tingkat okupansi atau aktivitas usaha, serta indikator ekonomi lainnya untuk mendapatkan gambaran dampak ekonomi secara lebih terukur. Untuk ke depannya kami juga akan melibatkan Biro Perekonomian, Bapenda, serta Bank Indonesia Perwakilan Provinsi DKI Jakarta untuk membantu kami mengukur berapa estimasi perputaran ekonomi secara makro pada setiap event yang diselenggarakan di Jakarta. Sebagai tambahan, keberhasilan sebuah event tidak hanya diukur dari dampak ekonominya saja, namun Pemerintah Provinsi DKI Jakarta juga berusaha agar seluruh event yang diselenggarakan akan mampu berdampak terhadap sosial, budaya, dan lingkungan sebagaimana dijelaskan sebelumnya.
Q:Upaya apa yang dilakukan agar perayaan HUT RI berjalan aman, tertib dan ramah untuk keluarga, lansia dan disabilitas?
A:Selaku penyelenggara perayaan HUT RI tentunya kami telah berkoordinasi dengan berbagai unsur terkait, antara lain Satpol PP, Kepolisian, petugas kesehatan, pemadam kebakaran, serta petugas lapangan, dengan pembagian titik dan fungsi pengamanan yang jelas. Pengamanan tidak hanya berfokus pada ketertiban, tetapi juga memberikan rasa aman dan nyaman kepada masyarakat. Selain itu, menyediakan jalur kursi roda, ramp, toilet aksesibel, area khusus dengan pandangan yang baik, serta petugas yang dapat membantu. Kami juga meminta masyarakat untuk menjaga kebersihan, ketertiban, dan kenyamanan bersama selama berada di kawasan kegiatan. Harapannya, perayaan HUT RI di Kota Tua dapat menjadi ruang publik yang aman, inklusif, nyaman, dan dapat dinikmati bersama oleh seluruh masyarakat.
Q:Apa harapan Disparekraf terhadap perayaan HUT ke-81 RI di Jakarta tahun ini?
A:Melalui Gegap Gempita Kota Tua, Global Vibes Merdeka, Indonesia Berdaulat, Adil dan Makmur, kami ingin menghadirkan wajah perayaan kemerdekaan yang lebih dekat dengan masyarakat. Kemerdekaan tidak hanya dirayakan melalui seremoni, tetapi juga melalui karya, kreativitas, kebersamaan, pelestarian budaya, penguatan destinasi wisata, pemberdayaan komunitas, dan pergerakan ekonomi masyarakat. Kami berharap masyarakat Jakarta dan wisatawan dapat datang ke Kota Tua, menikmati berbagai rangkaian kegiatan, mengenal lebih dekat sejarah dan budaya Jakarta, serta ikut merasakan semangat kemerdekaan. Dengan semangat tersebut, mari kita rayakan kemerdekaan dengan berkarya, berwisata, berkolaborasi, dan bersama-sama menggerakkan Jakarta.