You don't have javascript enabled. Good luck with that.

For a better view,
please rotate your phone

Dukung Program LPDP Jakarta

M. Subki
Ketua Komisi E DPRD DKI Jakarta
Minggu, 11 Oktober 2026 | 203

Program beasiswa LPDP Jakarta yang disiapkan Pemerintah Provinsi (Pemprov) DKI Jakarta menjadi salah satu upaya memperluas akses pendidikan tinggi bagi generasi muda. Dengan alokasi anggaran Rp100 miliar untuk 50 penerima, program ini diharapkan membuka kesempatan bagi anak-anak Jakarta berprestasi yang terkendala biaya untuk melanjutkan pendidikan ke luar negeri.

Kehadiran program ini pun mendapat sambutan positif dari Dewan Perwakilan Rakyat Daerah (DPRD) DKI Jakarta. Meski demikian, mereka meminta pelaksanaan program tersebut harus mengedepankan prinsip keadilan, transparansi dan ketepatan sasaran.

Untuk mengetahui seperti apa bentuk dukungan dari legislatif terkait program ini, berikut petikan wawancara khusus beritajakarta.id bersama Ketua Komisi E DPRD DKI Jakarta, M. Subki.

Q:Pemprov DKI menyiapkan anggaran Rp100 miliar untuk 50 penerima beasiswa LPDP Jakarta. Bagaimana Anda melihat program ini?
A:Saya melihat LPDP Jakarta sebagai program baru yang dapat menjadi salah satu upaya meningkatkan kualitas pendidikan di DKI Jakarta. Melalui program ini, pemerintah ingin memfasilitasi anak-anak Jakarta yang memiliki kemampuan akademik dan potensi untuk melanjutkan pendidikan ke luar negeri. Selama ini, program LPDP sudah tersedia di tingkat pemerintah pusat. Kini, Pemprov DKI juga ingin berkontribusi melalui dukungan pembiayaan pendidikan bagi mahasiswa yang memenuhi persyaratan. Saya mendukung program ini, terutama jika dapat memberikan kesempatan lebih luas kepada anak-anak berprestasi dari keluarga kurang mampu. Bukan berarti kita mengabaikan mereka yang berasal dari keluarga mampu. Namun, anak-anak dengan keterbatasan ekonomi umumnya menghadapi hambatan lebih besar untuk mengakses pendidikan tinggi, khususnya di luar negeri. Karena itu, saya berharap program ini benar-benar menyasar anak-anak Jakarta yang memiliki prestasi dan kompetensi, tetapi terkendala kondisi ekonomi.
Q:Apakah sosialisasi dan akses informasi mengenai beasiswa ini sudah memadai?
A:Menurut saya, belum optimal. Program ini direncanakan mulai berjalan pada 2027. Sejauh ini, informasi yang disampaikan kepada masyarakat masih bersifat umum. Masyarakat memang sudah mengetahui rencana Pemprov DKI menghadirkan beasiswa LPDP Jakarta, tetapi informasi terperinci mengenai mekanisme, persyaratan dan proses pendaftarannya belum tersosialisasi secara maksimal. Ke depan, pemerintah perlu menyampaikan informasi secara lebih luas, jelas, dan mudah diakses. Dengan begitu, calon penerima memiliki waktu untuk mempersiapkan diri, baik dari sisi akademik maupun persyaratan administrasi.
Q:Bagaimana program LPDP Jakarta sebaiknya diselaraskan dengan program beasiswa lain, seperti Kartu Jakarta Mahasiswa Unggul (KJMU)?
A:Menurut saya, program-program tersebut perlu saling melengkapi. KJMU dapat terus dikembangkan untuk memperluas akses pendidikan tinggi bagi mahasiswa Jakarta, termasuk mereka yang menempuh pendidikan di perguruan tinggi dengan beragam peringkat akreditasi. Sementara itu, LPDP Jakarta dapat menjadi bentuk dukungan lanjutan bagi anak-anak yang ingin melanjutkan studi ke luar negeri. Saya berharap LPDP Jakarta menjadi bagian dari kesinambungan dukungan pemerintah daerah terhadap pendidikan generasi muda. Anak-anak Jakarta yang berprestasi perlu diberi kesempatan untuk meningkatkan kompetensi, termasuk melalui pendidikan magister (S2) dan doktoral (S3). Dengan dukungan yang berkelanjutan, kita bisa menyiapkan generasi muda Jakarta yang semakin berkualitas dan mampu memberikan kontribusi nyata bagi daerahnya.
Q:Apa yang perlu disiapkan agar calon penerima mampu bersaing dalam seleksi beasiswa?
A:Ketika pemerintah menyediakan fasilitas beasiswa, perangkat pendukungnya juga harus disiapkan. Jangan sampai pemerintah hanya membiayai kuliah, tetapi tidak memperhatikan kesiapan calon penerima untuk memenuhi persyaratan perguruan tinggi tujuan. Misalnya, calon penerima perlu mendapatkan pendampingan kemampuan bahasa asing, pelatihan TOEFL, dan persiapan akademik lainnya. Hal-hal tersebut merupakan bagian penting dari program beasiswa, bukan sekadar pelengkap. Dengan alokasi anggaran Rp100 miliar untuk 50 penerima, saya berharap pembiayaan dapat dikelola secara optimal, termasuk untuk mendukung persiapan calon penerima sesuai kebutuhan program. Tujuannya agar mereka tidak hanya memiliki kesempatan mengikuti seleksi, tetapi juga benar-benar siap menjalani pendidikan di luar negeri.
Q:Bidang ilmu apa yang perlu diprioritaskan agar lulusan LPDP dapat menjawab kebutuhan Jakarta?
A:Salah satu bidang yang perlu menjadi prioritas adalah kedokteran, terutama pendidikan dokter spesialis dan subspesialis. Kita masih membutuhkan dokter dengan kompetensi yang mendalam dan distribusi yang lebih merata. Kita mengetahui masih banyak masyarakat Indonesia yang memilih berobat ke luar negeri, misalnya ke Singapura atau Malaysia. Padahal, fasilitas rumah sakit di Indonesia juga terus berkembang. Salah satu hal yang perlu diperkuat adalah ketersediaan dokter spesialis dengan kompetensi yang mumpuni. Karena itu, saya bersama rekan-rekan di Komisi E mendorong agar pendidikan kedokteran, khususnya spesialisasi, menjadi salah satu bidang prioritas dalam program ini. Saya juga berharap kesempatan tersebut terbuka bagi anak-anak Jakarta dari keluarga kurang mampu yang memiliki kemampuan akademik dan cita-cita menjadi dokter. Dengan dukungan beasiswa, keterbatasan ekonomi tidak seharusnya menjadi penghalang bagi mereka untuk menempuh pendidikan kedokteran.
Q:Selain kedokteran, bidang apa lagi yang dibutuhkan Jakarta?
A:Jakarta membutuhkan tenaga ahli di bidang tata kota, transportasi, dan lingkungan hidup. Keahlian dalam pengelolaan sampah dan limbah juga penting untuk diperkuat. Persoalan sampah, misalnya, masih menjadi tantangan di berbagai wilayah. Kita perlu terus mengevaluasi sistem pengelolaannya, termasuk melihat kebutuhan tenaga ahli yang mampu merancang dan menerapkan solusi secara efektif. Kita bisa belajar dari negara atau kota lain yang berhasil mengelola sampah dengan baik, meskipun memiliki keterbatasan wilayah dan jumlah penduduk yang besar. Namun, praktik-praktik tersebut tentu harus disesuaikan dengan kondisi dan kebutuhan Jakarta. Karena itu, bidang studi penerima beasiswa sebaiknya dirancang berdasarkan kebutuhan pembangunan daerah. Harapannya, setelah menyelesaikan pendidikan, mereka kembali ke Jakarta dan berkontribusi dalam menyelesaikan berbagai persoalan perkotaan. Pemerintah juga harus menyiapkan ruang bagi para lulusan untuk mengembangkan keahliannya. Bagaimanapun, beasiswa ini dibiayai melalui anggaran yang berasal dari masyarakat Jakarta. Ketika penerimanya lulus, pemerintah perlu menyediakan kesempatan, sarana, dan dukungan agar ilmu yang mereka peroleh dapat dimanfaatkan untuk kepentingan warga.
Q:Seberapa penting komitmen penerima beasiswa untuk kembali dan mengabdi di Jakarta setelah lulus?
A:Komitmen tersebut harus menjadi bagian yang tidak terpisahkan dari program beasiswa. Jangan sampai pemerintah membiayai pendidikan anak-anak Jakarta hingga ke luar negeri, tetapi setelah lulus mereka justru bekerja dan mengembangkan keahliannya di tempat lain. Saya ingin ada komitmen yang jelas bahwa penerima beasiswa bersedia kembali ke Jakarta dan mengabdikan ilmunya untuk masyarakat. Dengan begitu, investasi pemerintah daerah di bidang pendidikan dapat memberikan manfaat yang nyata bagi warga. Namun, komitmen tersebut harus diikuti kesiapan pemerintah untuk menyediakan ruang kerja dan kesempatan berkontribusi sesuai keahlian mereka. Kita ingin para lulusan tidak sekadar kembali secara administratif, tetapi benar-benar terlibat dalam menjawab kebutuhan Jakarta. Jadi, tanggung jawabnya bukan hanya berada di pundak penerima beasiswa. Pemerintah juga harus menyiapkan lingkungan yang memungkinkan mereka mengembangkan kemampuan dan memberikan kontribusi secara optimal.
Q:Apa pesan Anda bagi generasi muda Jakarta yang ingin mendapatkan beasiswa LPDP?
A:Pertama, kita ingin mewujudkan pendidikan yang berkeadilan. Kesempatan menempuh pendidikan tinggi, termasuk pendidikan dokter spesialis, tidak boleh hanya terbuka bagi mereka yang berasal dari keluarga mampu. Anak-anak dari keluarga kurang mampu juga harus mendapatkan kesempatan yang sama selama memiliki kompetensi dan memenuhi persyaratan. Karena itu, proses seleksi harus dilakukan secara ketat, transparan, jujur, dan adil. Jangan sampai ada titipan dari pejabat, anggota DPRD, atau pihak mana pun. Penerima beasiswa harus ditentukan berdasarkan kemampuan dan hasil seleksi, bukan karena kedekatan atau kepentingan tertentu. Kedua, generasi muda jangan berkecil hati. Pemerintah bersama DPRD berupaya membuka akses pendidikan melalui berbagai program, seperti Beasiswa Jakarta, KJMU, LPDP Jakarta, serta beasiswa dari BAZNAS (Bazis) DKI Jakarta. Anak-anak muda perlu aktif mencari informasi, mempersiapkan diri, dan memanfaatkan kesempatan yang tersedia. Ketiga, saya berharap anak-anak dari keluarga kurang mampu mendapat perhatian dan dukungan yang memadai. Bukan berarti pemerintah mengabaikan mereka yang mampu, tetapi keluarga dengan keterbatasan ekonomi membutuhkan dukungan lebih besar agar anak-anaknya bisa melanjutkan pendidikan. Kita ingin beasiswa menjadi jalan untuk meningkatkan taraf hidup. Ketika seorang anak dari keluarga kurang mampu berhasil menjadi dokter, insinyur, atau tenaga ahli lainnya, manfaatnya tidak hanya dirasakan oleh dirinya sendiri, tetapi juga oleh keluarga dan lingkungan sekitarnya.
Q:Kapan pendaftaran beasiswa LPDP Jakarta akan dibuka?
A:Sejauh yang saya ketahui, belum ada kepastian mengenai bulan pembukaan pendaftarannya. Informasi yang beredar sejauh ini masih sebatas rencana bahwa program tersebut akan mulai berjalan pada 2027. Kita memahami bahwa gubernur juga perlu menghadirkan program-program unggulan bagi masyarakat. Selama program itu memiliki tujuan yang baik dan manfaatnya dapat dirasakan warga, kami tentu mendukung kolaborasi antara pemerintah daerah dan DPRD. Yang terpenting, program ini harus dirancang dan dilaksanakan dengan baik agar benar-benar memberikan manfaat bagi masyarakat Jakarta. Kita ingin semakin banyak generasi muda, terutama mereka yang berprestasi tetapi terkendala ekonomi, mendapatkan kesempatan untuk melanjutkan pendidikan dan membangun masa depan yang lebih baik.