You don't have javascript enabled. Good luck with that.

For a better view,
please rotate your phone

Perjalanan Imlek di Jakarta

Perjalanan Imlek di Jakarta

Oleh :

Andri Widiyanto

Minggu, 22 Februari 2026 | 643

Jakarta, kota yang tak pernah tidur, kembali bersinar dengan kemeriahan Tahun Baru Imlek 2577 Kongzili. Lampion-lampion menghiasi jalan-jalan protokol, gedung-gedung ikonik, dan pusat-pusat perbelanjaan, menghadirkan suasana hangat di tengah ibu kota.

Paras Kota - Beritajakarta
Paras Kota - Beritajakarta
Paras Kota - Beritajakarta
Paras Kota - Beritajakarta

Di kawasan Bundaran Hotel Indonesia, ratusan warga berkumpul, mata mereka berbinar-binar menyaksikan pertunjukan barongsai, naga liong dan instalasi lampion tiga dimensi yang memukau. Perayaan ini bukan sekedar hiburan, tapi simbol keberagaman dan inklusivitas kota Jakarta sebagai kota global menjadi ruang bersama bagi berbagai budaya yang hidup berdampingan.

Paras Kota - Beritajakarta
Paras Kota - Beritajakarta
Paras Kota - Beritajakarta
Paras Kota - Beritajakarta
Paras Kota - Beritajakarta
Paras Kota - Beritajakarta

Pemerintah Provinsi DKI Jakarta menegaskan, Imlek bukan hanya perayaan etnis Tionghoa, tapi perayaan kota, milik semua warga. Namun, di balik kemeriahan ini, tersimpan sejarah panjang dan perjuangan. Imlek di Jakarta berawal dari kedatangan komunitas Tionghoa pada abad ke-17, ketika Batavia menjadi pusat perdagangan penting di Asia Tenggara. Kawasan Glodok tumbuh sebagai pusat pemukiman, perdagangan, dan budaya Tionghoa. Tapi, perjalanan Imlek di Jakarta tidak selalu mudah. Pada masa Orde Baru, ekspresi budaya Tionghoa dibatasi, perayaan Imlek hanya bisa dilakukan secara tertutup. Tapi, setelah era Reformasi 1998, Imlek kembali dirayakan dengan bebas, bahkan menjadi hari libur nasional pada tahun 2003. Kini, Imlek di Jakarta telah berkembang menjadi festival budaya yang melibatkan seluruh masyarakat. Instalasi seni digital, video mapping, flying drone LED dan festival cahaya menjadi bukti bagaimana tradisi lama bertransformasi mengikuti zaman.

Paras Kota - Beritajakarta
Paras Kota - Beritajakarta
Paras Kota - Beritajakarta
Paras Kota - Beritajakarta
Paras Kota - Beritajakarta
Paras Kota - Beritajakarta
Paras Kota - Beritajakarta

Lampion-lampion itu bukan sekedar hiasan, tapi simbol ingatan dan harapan. Jakarta akan terus menjadi rumah bagi semua budaya dan tradisi yang pernah nyaris padam kini kembali bersinar. Selamat Tahun Baru Imlek 2577 Kongzili!