PT Transjakarta sendiri menargetkan dalam tiga tahun ke depan presentase pramudi wanita mencapai 20-30 persen dari total semua pramudi. Mengemudikan armada Transjakarta bukanlah hal yang mudah dan hanya bermodalkan skill mengendarai mobil konvensional. "Momen ketika saya pertama kali dipercaya memegang kemudi bus Transjakarta benar-benar memberikan sensasi luar biasa. Perasaan saya saat itu campur aduk. Ada rasa senang dan antusias, namun di sisi lain, ada rasa gugup dan takut. Tapi saya yakin saya bisa pasti untuk mengendalikan semua ini," jelasnya.
Tantangan Ira bukan hanya muncul ketika di balik kemudi, ibu tiga anak ini juga merasa sulit mengatur waktu di saat awal-awal menjadi seorang pramudi. Ia mengakui sempat membawa anak ketiganya bekerja ketika masih kelas satu sekolah dasar. Namun seiring waktu, ketiga anaknya dapat memahami kondisi ibunya yang merupakan pramudi Transjakarta. Sejak 2023, PT Transjakarta mengubah shift jam kerja para pengemudi wanita menjadi pukul 05.00 hingga 13.00.
Hal ini dilakukan guna menjamin keselamatan para pengemudi wanita serta memberikan hak-hak mereka yang sudah menjadi ibu rumah tangga.