Petugas mengemas bantuan sosial (Bansos) hasil Kolaborasi Sosial Berskala Besar (KSBB) dari pengusaha Yendra Fahmi bersama Pemerintah Provinsi (Pemprov) DKI Jakarta di Gedung Nyi Ageng Serang, Kuningan, Jakarta Selatan, Kamis (7/5). Sebanyak 4.998 paket bansos akan didistribusikan ke lima kelurahan di wilayah Jakarta Pusat. (Foto: Dadang/beritajakarta.id)
Ikut bergerak membantu masyarakat terdampak COVID-19 melalui Kolaborasi Sosial Berskala Besar (KSBB), pengusaha Yendra Fahmi menjadi salah seorang donatur dengan memberikan 1.018 paket bantuan bagi warga di Kelurahan Cideng, Gambir, Jakarta Pusat, Kamis (7/5). Adapun bantuan yang diberikan berupa paket sembako berisi beras tiga kilogram, minyak goreng 500 ml, gula 500 gram, satu buah susu kental manis, lima bungkus mie instan, satu bungkus biskuit, dan satu buat teh celup. (Foto: Dadang/beritajakarta.id)
Suku Dinas Penanggulangan Kebakaran dan Penyelamatan (Sudin Gulkarmat) Jakarta Pusat melakukan penyemprotan cairan disinfektan di Ruang Publik Terpadu Ramah Anak (RPTRA) Kenanga, Jl. Makian I, Cideng, Gambir, Jakarta Pusat, Kamis (7/5). Penyemprotan ini dilakukan untuk mencegah penyebaran Covid 19. (Foto Sudin Gulkarmat Jakpus/Reza/beritajakarta.id)
Ratih Puspitawati sosok penggerak dan pemilik bisnis kerajinan aksesoris khas Jakarta terus melakukan aksi hidup baik, tidak terkecuali saat pandemi COVID-19 melanda, Kamis (7/5). Adanya kabar tentang keterbatasan masker dan Alat Pelindung Diri (APD), menginspirasi Ratih Puspitawati untuk memulai memproduksi baju hazmat dan face shield (pelindung wajah) bagi tenaga kesehatan serta masker kain bagi masyarakat. (Foto: Ratih Puspitawati/Tresna/beritajakarta.id)
Sejumlah pengelola Ruang Publik Terpadu Ramah Anak (RPTRA) Kebon Sirih, Jakarta Pusat melakukan perawatan rutin fasilitas di RPTRA, Kamis (7/5). Perawatan tetap dilakukan meskipun RPTRA ditutup selama penerapan Pembatasan Sosial Berskala Besar (PSBB) di tengah pandemi Covid-19. (Foto: RPTRA Kebon Sirih/Tresna/beritajakarta.id)
Dewan Perwakilan Rakyat Daerah (DPRD) DKI Jakarta menggelar rapat penyesuaian APBD 2020 bersama Tim Anggaran Pemerintah Daerah (TAPD) DKI di gedung DPRD DKI Jakarta, Selasa (5/5). Dalam rapat ini Dewan Perwakilan Rakyat Daerah (DPRD) DKI Jakarta optimis proyeksi pendapatan sebesar Rp 47,1 triliun atau sekitar 53,65 persen dari target awal sebesar Rp 87,9 triliun, dapat tercapai di akhir tahun nanti. (Foto: Humas DPRD DKI/Reza/beritajakarta.id)