Gubernur DKI Jakarta, Basuki Tjahaja Purnama menghadiri rapat evaluasi terkait e-Katalog di Balai Kota DKI Jakarta, Rabu (4/11/2015). Salah satu permasalahn yang mengemuka yakni masih rendahnya pembelian obat yang dilakukan Rumah Sakit Umum Daerah melalui Lembaga Kebijakan Pengadaan Barang dan Jasa Pemerintah (LKPP). (Foto : Yopie/Beritajakarta.com)
Ketua Pimpinan Wilayah Fatayat NU Provinsi DKI Jakarta, Sri Rahayu menemui Gubernur DKI Jakarta, Basuki Tjahaja Purnama di Balai Kota DKI Jakarta, Rabu (4/11/2015). Dalam pertemuan ini Basuki menerima penyampaian terkait rencana pelantikan dan seminar Ormas keagamaan yang akan mengangkat tema Ikhtiar Perempuan NU untuk Jakarta yang berkeadaban.(Foto: Yopie/beritajakarta.com)
Ketua Forum Stop TB Partnership Indonesia (FSTPI), Arifin Panigoro beserta jajaran menemui Gubernur DKI Jakarta, Basuki Tjahaja Purnama di Balai Kota DKI Jakarta, Selasa (3/11/2015). Dalam kesempatan tersebut Basuki menerima penyampaian terkait rekomendasi Forum of National Stop TB Partnership in South East Asia, West Pacific and East Mediterranean Regions serta rencana kegiatan bakti sosial, 18 November mendatang.(Foto: Reza / Beritajakarta.com)
Jajaran Dinas Koperasi Usaha Mikro Kecil Menengah dan Perdagangan (KUMKMP) menemui Gubernur DKI Jakarta, Basuki Tjahaja Purnama di Balai Kota DKI Jakarta, Selasa (3/11/2015). Dalam rapat tersebut Basuki meminta agar Dinas KUMKMP lebih bersinergi dengan PT Bank DKI untuk menata pedagang kaki lima (PKL) dan mengurus finansialnya. (Foto: Reza/beritajakarta.com)
Gubernur DKI Jakarta, Basuki Tjahaja Purnama membuka Rapat Kerja (Raker) PD Pasar Jaya Tahun 2015 di Balai Kota DKI Jakarta, Selasa (3/11/2015). Dalam sambutannya Basuki meminta agar tahun 2016 PD Pasar Jaya mampu mengubah stigma pasar bau dan jorok. (Foto: Reza/beritajakarta.com)
Gubernur DKI Jakarta, Basuki Tjahaja Purnama menerima kunjungan pengurus Dewan Nasional Indonesia untuk Kesejahteraan Sosial (DNIKS) di Balai Kota DKI Jakarta, Selasa (3/11/2015). Dalam pertemuan ini dilakukan pembahasan tentang pengadaan sarana dan prasarana sebagai akses bagi difabel pengguna jasa bus Transjakarta dan kereta api. Sarana dan prasarana penunjang diperlukan bagi para difabel agar terwujud keadilan sosial dalam hal pelayanan kepada masyarakat. (Foto : Reza/Beritajakarta.com)