You don't have javascript enabled. Good luck with that.
Pencarian

Pengolahan Sampah Organik hingga Jadi Produk Bernilai Ekonomi

Sejumlah petugas Dinas Lingkungan Hidup (DLH) DKI Jakarta mengelola sampah organik dengan memanfaatkan lalat maggot sebagai pengurai alami di lingkungan Asrama DLH Ciracas, Jakarta Timur, Kamis (23/7). Pengolahan sampah organik sekaligus pembudidayaan maggot tersebut telah menghasilkan beberapa produk yang memiliki nilai ekonomi seperti kompos, kasgot, telur bebek, hingga sayur-sayuran seperti jagung, kangkung, dan pakcoy.

Petugas memilah sampah organik dapur (SOD) dari sampah anorganik sebelum dijadikan pakan maggot
Lalat maggot dibudidayakan untuk mengurai sampah organik serta beragam manfaat lainnya
Maggot yang kering yang bisa dijadikan pakan ternak
Petugas DLH DKI Jakarta memberi makan maggot dengan sampah organik
Pengurus tempat pengolahan sampah organik di Asrama DLH DKI, Wira Hadi menunjukkan telur bebek yang diberi pakan sampah organik dan campuran maggot
Sampah organik dijemput setiap hari dari rumah-rumah warga hingga dapur SPPG
Kasgot yang merupakan kotoran dan residu maggot bermanfaat sebagai pupuk kompos dan media tanam
Petugas memanen jagung yang ditanam menggunakan kasgot
Asrama DLH Ciracas mengolah sekitar satu ton sampah organik untuk pakan maggot setiap harinya