You don't have javascript enabled. Good luck with that.
Pencarian
PGJSS di Kelurahan TDS Timbang 110 Kilogram Sampah Anorganik
photo TP Moan Simanjuntak - Beritajakarta.id

PGJSS di Tanjung Duren Selatan Kumpulkan 110 Kilogram Sampah Anorganik

110 kilogram sampah anorganik berhasil ditimbang dalam kegiatan Pekan Gerakan Jakarta Sadar Sampah (PGJSS) di Tanjung Duren Selatan, Grogol Petamburàn, Jakarta Barat.

Dari empat bank sampah, kita berhasil menimbang 110 kilogram sampah anorganik

Lurah Tanjung Duren Selatan, Indri Prawiji mengatakan, pihaknya sangat mendukung penuh kegiatan PGJSS yang berlangsung dari 20-25 Juni 2022.

Di hari kedua pada 21 Juni 2022, PGJSS di wilayah ini difokuskan pada pemilahan dan pengolahan sampah yang bisa didaur ulang.

Bank Sampah KWT Soka Merah 11 Kelola 350 Kilogram Sampah

Dalam kegiatan tersebut, warga di tiap rumah digerakkan untuk melakukan pemilahan sampah yang selanjutnya disetor ke bank sampah di tiap RW.

"Dari empat bank sampah, kita berhasil menimbang 110 kilogram sampah anorganik yang telah dipilah warga," ujarnya, Rabu (22/6).

Ia menjelaskan, 110 kilogram sampah anorganik yang ditimbang terdiri dari sampah plastik dàn kardus. Sehari, volume sampah yang dihasilkan di wilayah ini mencapai 11.120 kilogram sampah organik dan anorganik.

"Gerakan ini kita harapkan bisa menumbuhkan  kesadaran warga untuk memilah sampah di setiap rumah," tandasnya.

Berita Terkait
Berita Terpopuler indeks
  1. Perkuat Penanganan Kanker, Pram Resmikan Gedung Aura Oncology Center RSUD Pasar Minggu

    access_time30-10-2026 remove_red_eye6753 personDessy Suciati
  2. Munjirin Tinjau Ring Tinju di Kolong Flyover Kampung Melayu

    access_time26-10-2026 remove_red_eye5665 personNurito
  3. Ancol Berdzikir dan Bershalawat Perkuat Nilai Spiritual Menuju Kota Global

    access_time31-10-2026 remove_red_eye2886 personAnita Karyati
  4. Jakarta Running Festival Berpotensi Terus Berkembang

    access_time27-10-2026 remove_red_eye2111 personFakhrizal Fakhri
  5. 105 Ribu Bibit Mangrove Bakal Ditanam di Kepulauan Seribu

    access_time26-10-2026 remove_red_eye1878 personAnita Karyati