You don't have javascript enabled. Good luck with that.
Pencarian
Wali Kota Jaktim Tinjau Tansaksi Penjualan e Money di Pasar Perumnas Klender
photo Nurito - Beritajakarta.id

Asyik, Sekarang Bisa Belanja Non-tunai di Pasar Perumnas Klender

Warga yang ingin belanja di Pasar Perumnas Klender, Duren Sawit, Jakarta Timur,  sekarang tak perlu lagi bawa uang kontan banyak. Karena pedagang di pasar ini sudah bisa menerima pembayaran non-tunai atau e-money.

Ini sangat membantu 

Penerapan program  pembayaran non tunai di pasar ini, Senin (27/6), di-launching oleh Bank DKI berkolaborasi dengan Bank Rakyat Indonesia (BRI)

Wali Kota Jakarta Timur, Muhammad Anwar, didampingi Direktur Ritel dan Syariah Bank DKI, Babay Farid Wasdi, Kepala Divisi Bank BRI Yufrizal, serta Kasudin PPKUKM Jakarta Timur, Parulian Tampubolon dan sejumlah pejabat lainnya, meninjau langsung pelaksanaan program pembayaran non-tunai ini.

Wali Kota Jaktim Bagikan 14 IMB kepada Pengurus Rumah Ibadah

Anwar sempat mendatangi sejumlah kios serta berdialog dengan pedagang dan pengunjung di lantai dua dan lantai dasar Pasar Perumnas Klender. Dia berharap, masyarakat dapat memanfaatkan dengan baik efisiensi percepatan transaksi digital ini.

“Launching digitalisasi di Pasar Perumnas Klender ini baru pertama kali. Ke depan akan kita coba di tempat lainnya agar transaksi secara non-tunai dapat dimanfaatkan masyarakat luas,” kata Anwar.

Dengan transaksi non-tunai,  kata Anwar, masyarakat akan lebih aman dan dapat mengontrol pengeluaran uang.

"Jika membawa uang kes terkadang tidak terkontrol belanjanya. Namun dengan non-tunai akan lebih terkontrol,” lanjut Anwar.

Sementara, Jon Ferdian, salah seorang pedagang sepatu di lantai dasar Pasar Perumnas Klender, mengaku sangat senang dan terbantu adanya program transaksi penjualan secara non-tunai. Karena dapat menghindari adanya peredaran uang palsu dan membantu keamanan. Sebab uang transaksi akan langsung masuk ke rekeningnya.

“Ini sangat membantu segi keamanan, uang langsung masuk rekening. Kemudian untuk menghindari peredaran uang palsu dan membantu tidak perlu uang kembalian karena kadang sulit tidak ada kembalian,” pungkas  Ferdian.

Berita Terkait
Berita Terpopuler indeks
  1. Sudin Kominfotik Jakut Berkolaborasi Tingkatkan Literasi Digital

    access_time27-01-2026 remove_red_eye1344 personAnita Karyati
  2. Cuaca Berawan Diprediksi Naungi Jakarta Hari Ini

    access_time26-01-2026 remove_red_eye1190 personDessy Suciati
  3. Cegah Banjir, Pemprov DKI Siapkan OMC hingga Siagakan 200 Ekskavator

    access_time26-01-2026 remove_red_eye983 personDessy Suciati
  4. Pramono Perpanjang Masa PJJ Sampai 1 Februari

    access_time29-01-2026 remove_red_eye953 personDessy Suciati
  5. KORPRI DKI Salurkan Donasi untuk Penyintas Bencana di Sumatra

    access_time30-01-2026 remove_red_eye779 personFakhrizal Fakhri
close