You don't have javascript enabled. Good luck with that.
Pencarian
Migrasi Siaran Televisi Dari Analog ke Digital
photo Istimewa - Beritajakarta.id

Migrasi Siaran Televisi dari Analog ke Digital, Warga Hanya Perlu Menambah Set Top Box

Pemerintah segera merealisasikan migrasi siaran televisi dari analog ke digital. Hal itu dibahas dalam Talkshow Radio Global dengan narasumber Kepala Bidang Jaringan Komunikasi Data Dinas Kominfotik Provinsi DKI Jakarta, Aditia Prana Kusuma dan Direktur Penyiaran Ditjen PPI Kemenkominfo, Geryantika Kurnia pada Senin (3/10).

Teman-teman jadi gak usah takut ya kalau tv-nya masih analog, gak harus ganti tv

Pelaksanaan program migrasi itu di Jabodetabek akan dimulai pada 5 Oktober nanti. Aditia mengatakan, warga tidak perlu membeli televisi baru, melainkan hanya membutuhkan infrastruktur tambahan, yakni set top box.

"Set top box itu adalah bagian dari infrastruktur digital, di mana kalau memang televisi kita masih bersifat analog. Teman-teman jadi gak usah takut ya kalau tv-nya masih analog, gak harus ganti tv. Jadi cukup hanya dengan menambah satu infrastruktur, itu namanya set top box," jelasnya.

Penghentian Siaran Televisi Analog di Jabodetabek Dimulai 5 Oktober

Ia melanjutkan, antena yang ada tidak perlu dibuang karena set top box tetap membutuhkan antena. Dalam pengoperasiannya, antene dikoneksikan ke set top box lalu set top box dikoneksikan ke televisi.

"Seperti semacam decodernya. Tidak harus membeli tv baru, asalkan punya set top box. Harganya Rp 140 ribu sampai Rp 300 ribu. Kalau saya pernah coba, ada feature-feature di set top box itu yang berbeda-beda. Mungkin yang satu bisa menambahkan wifi. Jadi harganya beda siaran digitalnya sama. Tinggal segmennya, mau menikmati yang mana," sambungnya.

Sementara itu, Geryantika menambahkan, pemerintah menyalurkan bantuan set top box khusus bagi rumah tangga miskin. Di Jabodetabek menurutnya ada sekitar 479 ribu rumah tangga miskin.

"Sudah distribusikan set top box, hampir selesai. Tinggal minggu ini minggu terakhir tinggal 2 hari lagi 5 oktober, jadi hampir 100 persen," tandasnya.

Berita Terkait
Berita Terpopuler indeks
  1. Kepala Bappeda DKI Jakarta Atika Nur Rahmania Tutup Usia

    access_time04-11-2026 remove_red_eye36989 personAldi Geri Lumban Tobing
  2. Gratis Masuk Ancol, Masyarakat Diajak Nikmati Ragam Wisata

    access_time05-11-2026 remove_red_eye25832 personAldi Geri Lumban Tobing
  3. Petugas Dishub Evakuasi Mobil Patah As Roda di Cengkareng

    access_time02-11-2026 remove_red_eye3978 personBudhi Firmansyah Surapati
  4. Pemprov DKI Salurkan KJP Plus Tahap II dan KJMU Tahun 2026

    access_time04-11-2026 remove_red_eye2788 personAldi Geri Lumban Tobing
  5. Waduk Kampung Rambutan 1 Bakal Jadi Ruang Terbuka Multifungsi

    access_time06-11-2026 remove_red_eye1671 personAldi Geri Lumban Tobing