You don't have javascript enabled. Good luck with that.
Pencarian
Krisis Air Bersih Nelayan Cilincing
photo Doc - Beritajakarta.id

Nelayan Cilincing Kesulitan Air Bersih

Kondisi kampung deret nelayan, Kelurahan Cilincing, Kecamatan Cilincing, Jakarta Utara, yang berdekatan dengan laut membuat warga kesulitan air bersih untuk keperluan minum dan memasak. Warga berharap saluran air PAM masuk ke pemukiman, karena selama ini untuk mendapatkan air bersih, sebanyak 40 kepala keluarga (KK) harus membeli air dari pedagang keliling dengan harga yang lebih mahal.

Kami akan terus usahakan agar warga kami bisa segera merasakan air PAM

Suparjo (59) warga RT 12 RW 4, Kelurahan Cilincing, Kecamatan Cilincing, Jakarta Utara, mengeluhkan sulitnya air bersih di rumahnya. Ia mengaku sehari harus menghabiskan Rp 20 ribu untuk membeli air bersih di rumahnya. Terlebih, usahanya sebagai pedagang bakso sangat membutuhkan air bersih untuk kebutuhan memasak dagangan.

"Tiap hari saya beli, untuk kebutuhan keluarga juga untuk kebutuhan usaha saya," keluhnya, Rabu (9/4).

Ahok Minta PDAM Fokus Tangani Kebocoran Air

Ketua RW 04, Giarno mengatakan, sudah lama warga di RT 12 mengeluhkan sulitnya air bersih. Menurutnya, permohonan saluran air PAM sudah dilakukan, namun hingga saat ini masih belum ada jawaban. Pihaknya akan terus berkoordinasi dengan unit terkait khususnya dengan PT Aetra untuk memenuhi kebutuhan air bersih warganya tersebut.

"Kami akan terus usahakan agar warga kami bisa segera merasakan air PAM," kata Giarno.

Saat dikonfirmasi, Humas PT Aetra, Rika Anjulika membenarkan, sudah adanya surat permohonan dari warga kampung deret tersebut. Menurutnya, tahun lalu PT Aetra sudah pernah mengalirkan air bersih dengan fasilitas masker meter. Namun, ketika muncul persoalan, PT Aetra mengambil keputusan dengan menghentikan saluran air masker meter tersebut.

"Pengelola masker meternya nunggak Rp 78 juta, dan terakhir saya dengar pengelolanya kabur. Hingga saat ini tunggakan itu belum dibayar," jelasnya.

Meskipun begitu, pihaknya akan tetap berusaha memberikan bantuan air bersih ke kampung deret nelayan tersebut. Menurutnya, ada dua cara yang akan diberikan, jika dengan cara lama yaitu dengan masker meter dan tunggakan Rp 78 juta harus segera dilunasi. "Jika dengan cara baru, ini yang masih kami diskusikan dengan pihak PT PAM Jaya dan Pemprov DKI Jakarta," tandasnya.

Berita Terkait
Berita Terpopuler indeks
  1. Transjakarta Apresiasi Pelanggan Cilik Pengguna Setia Mikrotrans di Jaktim

    access_time11-10-2026 remove_red_eye24413 personAldi Geri Lumban Tobing
  2. Tera Perangkat SPKLU Pastikan Pengukuran Energi Listrik Akurat

    access_time09-10-2026 remove_red_eye11387 personAldi Geri Lumban Tobing
  3. Petugas Berhasil Evakuasi Jenazah di Kali Ciliwung

    access_time08-10-2026 remove_red_eye6824 personNurito
  4. MRT Jakarta Integrasikan Pembayaran Tiket JakLingko Mulai 12 Oktober 2026

    access_time09-10-2026 remove_red_eye3735 personAldi Geri Lumban Tobing
  5. Sudin Kesehatan Jakpus Sidak Dua Klinik Kecantikan Diduga Ilegal

    access_time06-10-2026 remove_red_eye1764 personFolmer