You don't have javascript enabled. Good luck with that.
Pencarian
Sekda Joko Dukung Peningkatan Kompetensi ASN di Jakarta
photo Istimewa - Beritajakarta.id

Sekda Joko Dukung Peningkatan Kompetensi ASN di Jakarta

Sekretaris Daerah (Sekda) Provinsi DKI Jakarta, Joko Agus Setyono membuka Pelatihan Kepemimpinan Nasional (PKN) Tingkat II angkatan ke-34 di Hotel Tavia Heritage, Cempaka Putih, Jakarta Pusat.

"Saya yakin peserta mampu menciptakan inovasi,"

Pelatihan ini merupakan yang pertama diadakan oleh Pemerintah Provinsi (Pemprov) DKI Jakarta dalam upaya melahirkan pemimpin-pemimpin baru yang berinovasi, menciptakan perubahan, dan memiliki kompetensi sesuai standar level jabatan.

"Peningkatan kompetensi sesuai level jabatan para Aparatur Sipil Negara (ASN) merupakan salah satu hal yang harus dimiliki dalam mewujudkan cita-cita pendiri bangsa, yaitu masyarakat yang adil dan makmur berdasarkan Pancasila dan Undang-Undang Dasar (UUD) 1945," ujar Sekda Joko, Senin, (12/8).

62 Peserta Pelatihan Kepemimpinan Pengawas Angkatan XVII dan XVIII Studi Lapangan ke Banyuwangi

Sekda Joko mengatakan, pelatihan tersebut dilaksanakan selama 107 hari, sejak 12 Agustus hingga 13 Desember 2024. Adapun peserta pelatihan dalam satu angkatan terdiri dari 30 orang, yaitu 29 orang pejabat tinggi pratama di lingkungan Pemprov DKI dan satu orang dari Lembaga Administrasi Negara (LAN) Republik Indonesia.

“Kesuksesan para pemimpin adalah dapat melahirkan pemimpin-pemimpin baru yang berkompetensi dan amanah dalam menjaga tanggung jawabnya. Oleh karena itu, Pemprov DKI Jakarta membuka kesempatan kepada seluruh ASN yang sudah memenuhi syarat untuk ikut serta dalam Pelatihan Kepemimpinan Nasional Tingkat II ini agar dapat mengembangkan kompetensi dan mampu menciptakan inovasi perubahan,” kata Sekda Joko, dalam Siaran Pers Pemprov DKI Jakarta.

Sekda Joko juga meminta sosialisasi mengenai kamus kompetensi untuk eselon 1, 2, 3, dan 4 agar lebih sering dilakukan, sebagai upaya memenuhi syarat nilai yang dibutuhkan dan sesuai dengan standar jabatan eselon. Kemudian, Pemprov DKI Jakarta juga mulai mensyaratkan seluruh pegawai untuk mengikuti pendidikan dan pelatihan (Diklat) minimal 40 jam dalam satu tahun.

Pada pelatihan ini, seluruh peserta akan membuat proyek perubahan di lingkungan kerjanya masing-masing. Pembuatan proyek inovasi perubahan tersebut harus memiliki unsur kebaruan, baik inovasi yang diciptakan sendiri maupun orang lain.

"Proyek perubahan yang sukses adalah proyek perubahan yang bisa diterapkan di instansi kita dan memiliki efek tular kepada instansi lain. Itu yang nilainya paling tinggi nantinya. Terlebih jika peserta dapat mengembangkan inovasi karya orang lain di lingkungan kerjanya. Saya yakin peserta mampu menciptakan inovasi dalam mencapai visi Jakarta menjadi kota global,” tandas Sekda Joko.

Berita Terkait
Berita Terpopuler indeks
  1. Aksi Humanis Petugas Transjakarta Bantu Lansia Tuai Apresiasi

    access_time15-10-2026 remove_red_eye14331 personAldi Geri Lumban Tobing
  2. Surveilans Influenza A di Jakarta Diperkuat, Warga Diimbau Tetap Tenang dan Waspada

    access_time16-10-2026 remove_red_eye3313 personAldi Geri Lumban Tobing
  3. Satpol PP Ungkap Kronologi Penyerangan Anggota Usai Penertiban di Kebayoran Baru

    access_time12-10-2026 remove_red_eye2089 personAldi Geri Lumban Tobing
  4. Hattrick, Transjakarta Pertahankan Predikat Terbaik Pertama Pengelolaan Arsip

    access_time15-10-2026 remove_red_eye1815 personAldi Geri Lumban Tobing
  5. Pembangunan SPBU di Tiga Pulau Ditarget Segera Terealisasi

    access_time15-10-2026 remove_red_eye1042 personAnita Karyati