You don't have javascript enabled. Good luck with that.
Pencarian
 Cegah Sampah Masuk, Anwar Minta Embung Pekayon Dilengkapi Bak Kontrol
photo Nurito - Beritajakarta.id

Anwar Minta Embung Pekayon Dilengkapi Bak Kontrol

Wali Kota Jakarta Timur, Muhammad Anwar, meminta jajaran Sudin Sumber Daya Air (SDA) membuat bak kontrol pada bagian inlet Embung Pekayon, Pasar Rebo, untuk mengantiipasi masuknya sampah yang terbawa dari saluran pemukiman warga.

"Fungsi embung ini nantinya untuk penampungan air, pengendali banjir sekaligus destinasi wisata," 

Ditegaskan Anwar, seharusnya bak kontrol ini dibuat sejak awal sehingga sampah yang terbawa dari saluran warga bisa disaring dan tak langsung masuk ke dalam embung.  

"Dari awal saya sampaikan, ketika membuat waduk, aliran air dari warga hendaknya disetop dulu, ada bak kontrolnya. Kalua langsung begini ya tidak mungkinlah, masa waduk jadi tempat penampungan sampah," tegas  Anwar, saat meninjau kondisi waduk , Minggu (1/9) kemarin.

Langkah Pemprov DKI Jakarta Tangani Dampak Musim Hujan

Anwar menyebut, pembangunan embung ini untuk pengendalian air di wilayah Pekayon agar tidak timbul genangan saat musim hujan. Karena itu diharapkan pembangunannya cepat selesai tepat waktu.

"Fungsi embung ini nantinya untuk penampungan air, pengendali banjir sekaligus destinasi wisata, tempat interaksi dan wisata warga serta untuk pergerakan ekonomi," tutur Anwar.

Ia berharap, masyarakat turut menjaga kenyamanan dan kebersihan waduk  dengan tidak membawa masuk kendaraan serta membuang sampah sembarangan di erea waduk.

Sementara, Kepala Seksi Pembangunan Sudin Sumber Daya Air (SDA) Jakarta Timur, Tengku Saugi Dzikri menjelaskan, luas area waduk ini mencapai 1,7 hektare, terbagi atas area penampang basah seluas satu hektare dan 0,7 hektare untuk area jogging track.

"Pembangunan waduk ini dimulai sejak  28 Maret dan target kelar 23 Oktober mendatang. Saat ini progress pekerjaan sekitar 96 persen," jelas Saugi.

Mengenai sampah yang masuk ke area embung, menurut Saugi, pihaknya sudah memasang saringan di bagian inlet embung. Namun oleh warga sekitar dilepas, alasannya ketika hujan deras pemukiman warga tergenang lantaran aliran air tersumbat oleh sampah yang menumpuk di saringan tersebut.

"Kami juga minta lurah dan camat serta tokoh masyarakat mengedukasi warganya, agar idak membuang sampah sembarangan. Karena jika sudah masuk ke dalam saluran air maka akan terbawa arus dan masuk ke area embung," tandasnya.

Berita Terkait
Berita Terpopuler indeks
  1. Lomba Dayung di Pasar Baru Digelar Akhir Agustus

    access_time20-08-2026 remove_red_eye1586 personFolmer
  2. LRT Rute Kelapa Gading-Manggarai Siap Beroperasi Penuh 26 Agustus

    access_time24-08-2026 remove_red_eye1549 personDessy Suciati
  3. Ketua RW dan LMK di Susukan Adu Jago Bikin Nasi Goreng

    access_time19-08-2026 remove_red_eye1187 personNurito
  4. LRT Jakarta Kelapa Gading-Manggarai Siap Diresmikan 26 Agustus

    access_time22-08-2026 remove_red_eye1116 personDessy Suciati
  5. Resmikan RS Toto Tentrem, Pramono Dorong Kerja Sama dengan RSUD Tarakan

    access_time24-08-2026 remove_red_eye929 personDessy Suciati