You don't have javascript enabled. Good luck with that.
Pencarian
 8.334 Pohon di Jakut Dipangkas dan Ditebang Selama 2024
photo Andri Widiyanto - Beritajakarta.id

8.334 Pohon di Jakut Dipangkas dan Ditebang Selama 2024

Sejak Januari hingga Desember 2024 kemarin, Suku Dinas Pertamanan dan Hutan (Tamhut) Kota Jakarta Utara telah memangkas dan menebang 8.334 pohon rawan tumbang.

"Kami akan terus lakukan. pemangkasan secara berkala,"

Kepala Seksi Jalur Hijau dan Pemakaman Suku Dinas Tamhut Jakarta Utara, Habib Prabandoko menjelaskan, dari total 8.334 pohon yang dilakukan penanganan, 655 di antaranya dilakukan pemangkasan ringan.

Lalu 5.975 pohon dipangkas sedang dan 1.404 dipangkas berat, serta 300 pohon dilakukan penebangan.

82.571 Pohon di Jakarta Dipangkas Sepanjang Tahun 2024

Sedangkan pada 2023 lalu, Habib mengaku jajarannya melakukan pemangkasan 10.526 pohon. Dengan rincian 2.006 pohon dipangkas ringan, 6.587 dipangkas sedang, 1.660 dipangkas berat dan 276 pohon ditebang.

Dijelaskan Habib, berbagai pohon yang dipangkas dan ditebang antara lain terdiri dari pohon Angsana, Tabebuya, Mahoni dan pohon Tanjung.

"Kami akan terus lakukan. pemangkasan secara berkala," kata Habib, Sabtu (11/1).

Diungkapkan Habib, selama 2024 di wilayahnya terjadi 196 kasus pohon tumbang dan 19 pohon mengalami sempal.

Sementara pada 2023 tercatat ada 136 pohon tumbang dan 53 sempal.

Berita Terkait
Berita Terpopuler indeks
  1. Munjirin Tinjau Ring Tinju di Kolong Flyover Kampung Melayu

    access_time26-10-2026 remove_red_eye5569 personNurito
  2. Perkuat Penanganan Kanker, Pram Resmikan Gedung Aura Oncology Center RSUD Pasar Minggu

    access_time30-10-2026 remove_red_eye5106 personDessy Suciati
  3. Hari Pertama JRF 2026, Kualitas Udara Jakarta Lebih Nyaman

    access_time24-10-2026 remove_red_eye2020 personBudhi Firmansyah Surapati
  4. Jakarta Running Festival Berpotensi Terus Berkembang

    access_time27-10-2026 remove_red_eye1999 personFakhrizal Fakhri
  5. 105 Ribu Bibit Mangrove Bakal Ditanam di Kepulauan Seribu

    access_time26-10-2026 remove_red_eye1771 personAnita Karyati