You don't have javascript enabled. Good luck with that.
Pencarian
 ‘Ghost Nets: Awakening the Drifting Giants’, Pameran Seni Ajak Jaga Lautan
photo Istimewa - Beritajakarta.id

‘Ghost Nets: Awakening the Drifting Giants’, Pameran Seni Ajak Jaga Lautan

Dinas Kebudayaan DKI Jakarta bekerja sama dengan Kedutaan Besar Australia di Indonesia menghadirkan pameran seni bertajuk ‘Ghost Nets: Awakening the Drifting Giants’ di Gedung A Museum Bahari, Jalan Pasar Ikan, Penjaringan, Jakarta Utara.

"merepresentasikan salah satu tantangan lingkungan laut,"

Pameran ini berlangsung dari Maret hingga Agustus 2025 dan dibuka untuk umum setiap Selasa hingga Minggu.

‘Ghost Nets: Awakening the Drifting Giants’ menampilkan instalasi seni memukau yang dibuat dari jaring ikan bekas atau ghost nets, hasil karya seniman berbakat dari Erub Arts, Australia.

98 Wastra Langka Pilihan di Pamerkan di Museum Tekstil

Jaring-jaring yang sebelumnya menjadi limbah laut disulap menjadi sosok makhluk laut raksasa seperti penyu, pari, cumi-cumi, dan ikan. Semua karya dipajang menggantung di ruangan tematik bernuansa bawah laut, menciptakan pengalaman imersif bagi pengunjung.

Kepala Dinas Kebudayaan DKI Jakarta, Mochammad Miftahulloh Tamary mengatakan, pameran ini bukan sekadar ajang seni, tetapi juga menyuarakan kepedulian terhadap kondisi lingkungan laut.

“Karya seni ini merepresentasikan salah satu tantangan lingkungan laut yang sedang difokuskan oleh pemerintah Indonesia dan Australia,” ujarnya, Senin (9/6).

Miftah menyampaikan, pameran ini menghadirkan 18 karya seni yang memvisualisasikan hewan-hewan laut yang terancam bahaya limbah plastik, khususnya jaring ikan bekas.

Selain instalasi seni, Museum Bahari juga menghadirkan pengalaman edukatif lainnya, termasuk bioskop mini yang memutar film bertema laut. Pengunjung dapat menikmati pameran sambil belajar mengenai pentingnya konservasi laut dan daur ulang.

Ia menambahkan, melalui pameran ini, suara laut divisualisasikan lewat 18 karya seni hewan laut raksasa yang terbuat dari jaring bekas. Hal ini mengingatkan kembali untuk lebih peduli dan sadar akan krisis limbah plastik yang mengancam kehidupan bawah laut.

“Pameran ini mengajak masyarakat untuk melihat bagaimana limbah yang terbuang bisa berubah menjadi karya seni yang bermakna. Jangan lewatkan kesempatan untuk menyaksikan sendiri keindahan dan pesan kuat dari laut melalui seni,” tandasnya.

Berikut Jadwal dan Harga Tiket Masuk:

• Dewasa:

• Selasa–Jumat: Rp10.000

• Sabtu & Minggu: Rp15.000

• Pelajar: Rp5.000.

Berita Terkait
Berita Terpopuler indeks
  1. Perkuat Penanganan Kanker, Pram Resmikan Gedung Aura Oncology Center RSUD Pasar Minggu

    access_time30-10-2026 remove_red_eye6742 personDessy Suciati
  2. Munjirin Tinjau Ring Tinju di Kolong Flyover Kampung Melayu

    access_time26-10-2026 remove_red_eye5662 personNurito
  3. Ancol Berdzikir dan Bershalawat Perkuat Nilai Spiritual Menuju Kota Global

    access_time31-10-2026 remove_red_eye2832 personAnita Karyati
  4. Jakarta Running Festival Berpotensi Terus Berkembang

    access_time27-10-2026 remove_red_eye2109 personFakhrizal Fakhri
  5. 105 Ribu Bibit Mangrove Bakal Ditanam di Kepulauan Seribu

    access_time26-10-2026 remove_red_eye1874 personAnita Karyati