You don't have javascript enabled. Good luck with that.
Pencarian
Pemkot Jaksel Pantau Secara Berkala Pejaten Animal Shelter
photo Tiyo Surya Sakti - Beritajakarta.id

Pemkot Jaksel Lakukan Pemantauan Berkala Pejaten Animal Shelter

Pemerintah Kota (Pemkot) Jakarta Selatan melakukan akan pemantauan berkala Pejaten Animal Shelter di Jalan Pejaten Barat Raya, RT 01/10, Kelurahan Pejaten Barat, Kecamatan Pasar Minggu agar operasionalnya berjalan dengan baik.

"Kelayakan teknis sebagai tempat penampungan hewan diperbaiki"

Pelaksana tugas (Plt) Asisten Pemerintahan Kota Jakarta Selatan, Tomy Fudihartono mengatakan, berdasarkan hasil peninjauan lapangan yang dilakukan didapat sejumlah kendala dalam operasional Pejaten Animal Shelter.

"Salah satu kendala mereka yakni biaya operasional karena tidak ada anggaran tetap, semua selama ini hanya mengandalkan donatur," ujarnya, Kamis (3/7). 

148 HPR di Manggarai Selatan Divaksin Rabies Gratis

Tomy menyebut, shelter yang berdiri di atas lahan seluas 10.000 meter persegi ini menampung sekitar 600 hewan dan saat ini belum memiliki sistem sanitasi yang memadai.

"Dari kebutuhan 50 tangki septik, baru tersedia delapan. Kami minta semua kelayakan teknis sebagai tempat penampungan hewan diperbaiki," terangnya.

Menurutnya, biaya pengelolaan shelter juga dinilai cukup besar. Misalnya, terkait gonggongan anjing yang perlu diredam dibutuhkan biaya hingga Rp 1,5 juta per ekor untuk pemotongan pita suara atau debarking.

Tomy menambahkan, setelah melakukan koordinasi dengan unsur terkait dan pemiliki shelter, Pemkot Jakarta Selatan saat ini sedang mengupayakan agar sisa makanan dari restoran dapat digunakan untuk membantu pakan hewan di shelter.

"Mengenai legalitas shelter, hingga saat ini regulasi yang mengatur perizinan itu belum ada. Saat ini yang bisa diberikan hanya izin klinik atau rumah singgah hewan peliharaan," bebernya.

Sementara itu, Kepala Seksi Peternakan dan Kesehatan Hewan Suku Dinas Ketahanan Pangan, Kelautan dan Pertanian (KPKP) Jakarta Selatan, Irawati Harry Artharini menuturkan, berdasarkan hasil diskusi bersama pemerintah dan unsur lainnya dinyatakan shelter masih bisa beroperasi, namun diminta untuk memperbaiki kelayakan teknis. 

"Kami bersama-sama akan melalukan pemantauan secara berkala dan kami juga minta shelter menyusun laporan kegiatan setiap bulan berisi data masuk-keluarnya hewan, baik karena diadopsi, meninggal, atau dipindahkan," imbuhnya. 

Irawati menuturkan, Pejaten Animal Shelter selama ini sudah berkontribusi membantu pemerintah dalam penanganan hewan rentan rabies, seperti anjing liar.

"Secara tidak langsung Pejaten  Animalia Shelter sudah membantu kita untuk mempertahankan status Jakarta bebas rabies," tandasnya.

Berita Terkait
Berita Terpopuler indeks
  1. Pengemudi Truk Sampah Salahgunakan BBM Operasional di Cilincing Disanksi

    access_time14-07-2026 remove_red_eye7158 personAnita Karyati
  2. Jalan Sebidang Pasar Minggu Ditarget Rampung Awal 2027

    access_time16-07-2026 remove_red_eye1928 personFakhrizal Fakhri
  3. DPRD DKI Bahas Perubahan Perda Pajak dan Retribusi Daerah

    access_time14-07-2026 remove_red_eye1810 personFakhrizal Fakhri
  4. Pemkot Jaksel Wajibkan Seluruh Pegawai Jalankan Pilah Sampah

    access_time14-07-2026 remove_red_eye1093 personTiyo Surya Sakti
  5. Pawai Kendaraan Hias Meriahkan Pawai Ta'aruf MTQ Piala Gubernur di Jaktim

    access_time14-07-2026 remove_red_eye1004 personNurito