You don't have javascript enabled. Good luck with that.
Pencarian
Atasi Banjir, DKI Belajar dari Rotterdam
photo Bayu Suseno - Beritajakarta.id

Atasi Banjir, DKI Belajar dari Rotterdam

Gubernur DKI Jakarta, Basuki Tjahaja Purnama mengaku, Indonesia memiliki keuntungan tersendiri sebagai negara berkembang. Sebab dalam menerapkan teknologi tidak perlu lagi mengalami kesalahan. Seperti reklamasi yang akan dilakukan di Jakarta. Teknologinya tinggal mencontek dari Rotterdam (Belanda), yang telah memiliki banyak pengalaman.

Ini tentu tidak bisa satu malam, satu hari selesai

"Ini tentu tidak bisa satu malam, satu hari selesai. Ini proyek bisa puluhan tahun, tapi satu hal yang menguntungkan kita, mereka sudah ratusan tahun mengalami kesalahan-kesalahan," kata Basuki di Balai Kota, Senin (24/8).

Menurut Basuki, Jakarta bisa meminta pemerintah kota Rotterdam untuk berbagi pengalaman. Khususnya dalam penanganan banjir dan reklamasi pulau. "Ya saya bilang kita untung, ada keunggulan dari negara berkembang adalah kita tidak perlu melalui suatu proses belajar trial and error," ucapnya.

Basuki & Wali Kota Rotterdam Berbagi Pengalaman Reklamasi Pulau

Menurut Basuki, Jakarta tinggal mencontek teknologi terakhir yang digunakan oleh ROtterdam dalam mengatasi banjir. Karena mereka telah mencoba berbagai teknologi.

"Mereka sudah pakai teknologi yang terakhir. Perusahaan mereka itu yang membangun terusan Suez yang tahap dua, yang dikerjakan dengan cepat itu perusahaan Belanda," jelas Basuki.

Walikota Rotterdam, Ahmed Aboutaleb mengatakan, dalam menghadapi banjir, pihaknya telah melakukannya selama 400 tahun. Diakuinya, dalam penanganan banjir tidak mungkin dalam waktu singkat.

"Pengalaman kami menghadapi banjir adalah 400 tahun, jadi tidak mudah untuk bilang kami akan mulai besok dan selesai dalam satu tahun. Ini adalah upaya yang besar dengan pemikiran jangka panjang," kata Ahmed.

Menurut Ahmed, Pemprov DKI tidak bisa melakukan penanganan banjir sendirian. Harus ada dukungan dari berbagai pihak, seperti masyarakat, swasta, serta pemerintah pusat. Ada beberapa kesamaan drainase atau saluran air yang ada di Jakarta dan Belanda.

"Kami sudah 400 tahun sedangkan Jakarta baru mulai. Harus ada dukungan dari berbagai pihak," tukas Ahmed.

Berita Terkait
Berita Terpopuler indeks
  1. Ini Sembilan Lokasi Pesta Rakyat HUT Kemerdekaan RI di Jakut

    access_time07-08-2026 remove_red_eye1184 personAnita Karyati
  2. Kelurahan Tanjung Duren Selatan Panen 14 Kilogram Sayuran

    access_time04-08-2026 remove_red_eye1163 personBudhi Firmansyah Surapati
  3. Legislator Dukung Pengalihan Transportasi Kepulauan Seribu ke Transjakarta

    access_time10-08-2026 remove_red_eye950 personFakhrizal Fakhri
  4. Pelaku Usaha Ikan Hias Dilatih Budi Daya Ramah Lingkungan

    access_time04-08-2026 remove_red_eye934 personAnita Karyati
  5. Pemerintah Pusat Tak Perlu Takut Beri Ruang Penerbitan Obligasi Daerah, Ini Alasannya

    access_time09-08-2026 remove_red_eye848 personBudhi Firmansyah Surapati