You don't have javascript enabled. Good luck with that.
Pencarian
Festival Marunda Berlangsung Meriah
photo Anita Karyati - Beritajakarta.id

Festival Marunda Berlangsung Meriah

Festival Marunda sekaligus peresmian Ruang Bersama Indonesia Marunda, peringatan Hari Anak Nasional (HAN) dan menyongsong usia lima abad Jakarta di Rusunawa Marunda, Kelurahan Marunda, Kecamatan Cilincing, Jakarta Utara berlangsung meriah dan disambut antusias warga.

"Menjadi agenda rutin tahunan"

Dalam acara ini juga dipentaskan Tarian Burung Raja Udang oleh 685 penari yang berhasil mendapatkan piagam penghargaan dari Museum Rekor Dunia Indonesia (MURI).

Asisten Pembangunan dan Lingkungan Hidup Sekda DKI Jakarta, Afan Adriansyah Idris mengatakan, Festival Marunda merupakan ruang bersama yang dapat mewujudkan kecintaan terhadap budaya, lingkungan, sekaligus memperkuat pemberdayaan perempuan serta anak yang ada di Rusunawa Marunda.

Pemkot Jakut Canangkan Aksi Bersama Percepatan Penurunan Stunting

"Saya mewakili Bapak Gubernur DKI Jakarta, Pramono Anung mengapresiasi kepada seluruh pihak yang telah berkontribusi dan bersinergi dalam meriahkan acara Festival Marunda pada hari ini," ujarnya, Minggu (27/7).

Afan menjelaskan,  Rusunawa Marunda dihuni lebih dari 9.000 warga dan didominasi oleh perempuan dan juga anak-anak.

Menurutnya, Ruang Bersama Indonesia hasil sinergitas pemerintah pusat, daerah, dan swasta ini diharapkan menjadikan masyarakat bisa menjadi lebih kreatif, produktif sekaligus bisa lebih berdaya saing.

"Kami, Pemprov DKI terus berkomitmen untuk menjadikan Jakarta sebagai kota yang ramah anak dan perempuan dengan melakukan berbagai macam upaya kerja sama kemitraan dan juga lintas sektor," terangnya.

Ia menegaskan, wilayah Marunda mempunyai potensi yang tinggi, mulai dari kerajinan batik Marunda yang sudah dikenal luas. Kemudian, ada budi daya mangrove, wisata rohani rumah tahfidz, Masjid Al Alam, wisata alam Pantai Marunda, hingga Rumah Si Pitung yang menyimpan kekayaan sejarah.

"Saya harap Festival Marunda ini menjadi agenda rutin tahunan yang dapat mempererat ikatan sosial antar warga dan menarik minat wisatawan untuk mengenal potensi Marunda, guna menggerakkan potensi ekonomi lokal," ungkapnya.

Wakil Menteri Pemberdayaan Perempuan dan Perlindungan Anak (Wamen PPA) RI, Veronica Tan menuturkan, acara ini merupakan inisiatif pemerintah pusat bersama Pemprov DKI Jakarta untuk memastikan anak-anak dan perempuan di mempunyai ruang-ruang kreatif yang aman serta nyaman.

Ia menilai dengan kolaborasi berbagai pihak, maka dapat menjadikan Marunda menjadi kota wisata yang semakin dikenal masyarakat luas hingga secara global.

"Kami ingin Marunda menjadi kota wisata budaya yang arif dan terjaga lingkungannya. Kami juga ingin melindungi anak dari pengaruh gadget atau sosial media dengan memperkenalkan permainan kreatif dan tradisional," tegasnya.

Kepala Dinas Perumahan Rakyat dan Kawasan Permukiman Provinsi DKI Jakarta, Kelik Indriyanto menambahkan, Festival Marunda berlangsung pada 26-27 Juli 2025.

Selain Tarian Burung Raja Udang, kata Kelik, festival ini juga dimeriahkan berbagai kegiatan, mulai dari pemeriksaan kesehatan gratis, bazar kota yang melibatkan 80 UKM, pencanangan satu hari satu telor, penampilan musik tradisional, Nyablak On Stage, mendongeng, dan banyak kegiatan lainnya.

"Kami sampaikan terima kasih kepada seluruh pihak yang telah mendukung kegiatan ini dan berkontribusi secara aktif baik dalam bentuk dana, fasilitas, maupun tenaga," tandasnya.

Berita Terkait
Berita Terpopuler indeks
  1. Sudin Kominfotik Jakut Berkolaborasi Tingkatkan Literasi Digital

    access_time27-01-2026 remove_red_eye1350 personAnita Karyati
  2. Cuaca Berawan Diprediksi Naungi Jakarta Hari Ini

    access_time26-01-2026 remove_red_eye1203 personDessy Suciati
  3. Cegah Banjir, Pemprov DKI Siapkan OMC hingga Siagakan 200 Ekskavator

    access_time26-01-2026 remove_red_eye992 personDessy Suciati
  4. Pramono Perpanjang Masa PJJ Sampai 1 Februari

    access_time29-01-2026 remove_red_eye962 personDessy Suciati
  5. KORPRI DKI Salurkan Donasi untuk Penyintas Bencana di Sumatra

    access_time30-01-2026 remove_red_eye785 personFakhrizal Fakhri
close