You don't have javascript enabled. Good luck with that.
Pencarian
Gubernur DKI Jakarta, Pramono Anung memberikan sambutan dalam Acara Seribu Wajah Kebaya Betawi
photo Andri Widiyanto - Beritajakarta.id

Pramono Ingin Betawi Jadi Identitas Utama Jakarta

Gubernur DKI Jakarta, Pramono Anung menyampaikan komitmennya untuk melestarikan dan menjadikan budaya Betawi sebagai identitas utama Jakarta. Hal ini disampaikan Pramono saat menghadiri acara “Seribu Wajah Kebaya Betawi” di Balairung, Balai Kota DKI Jakarta, Kamis (28/8).

"Memiliki historis yang sangat panjang,"

Pramono menilai, kebaya Betawi merupakan kebaya yang penuh warna dan memiliki daya tarik.

"Maka kita tahu bersama bahwa kebaya Betawi ini memiliki historis yang sangat panjang. Karena kebaya Betawi ini merupakan cerminan dari akulturasi perpaduan kebudayaan dari berbagai budaya yang datang di Jakarta," ujar Pramono.

Pemprov DKI Siap Kolaborasi Kembangkan Budaya Betawi

Ia mengatakan, Kebaya Encim Betawi menjadi salah satu simbol utama kebaya Jakarta. Menurutnya, perpaduan masyarakat lokal Betawi, Tionghoa peranakan, Portugis, dan para pendatang melahirkan Kebaya Encim yang begitu kaya warna dan magis.

Karena itu, ia menekankan agar identitas perempuan Betawi dengan kebaya harus terus dijaga dan dirawat.

"Dan saya bersyukur bahwa Betawi, kebaya ini sejak tahun 2024, tepatnya bulan Desember, sudah menjadi warisan budaya tak benda," katanya.

Pemprov DKI Jakarta berkomitmen untuk menjadikan budaya Betawi sebagai identitas utama Jakarta, sebagaimana amanat dari Undang-Undang Nomor 2 Tahun 2024.

Untuk itu, Pemprov DKI Jakarta membuka diri dan siap bekerja sama untuk berbagai kegiatan yang berkaitan dengan kebudayaan Betawi. Selain itu, ia juga menyampaikan rencana pembentukan Lembaga Adat Masyarakat Betawi.

"Mudah-mudahan ini akan betul-betul bisa diwujudkan dan ini menjadi warna baru bagi Jakarta," ucapnya.

Untuk menonjolkan budaya Betawi, Pramono menyampaikan rencana Pemprov DKI untuk menambahkan berbagai ornamen Betawi di seluruh batas jalan, kemacatan, dan kota. Melalui upaya ini, diharapkan budaya Betawi dapat terus dilestarikan.

Ketua Perhimpunan Kebayaku, Nunun Daradjatun menyampaikan rasa terima kasihnya kepada Pemprov DKI Jakarta atas dukungan penuh dan fasilitas yang diberikan. Dengan demikian, acara “Seribu Wajah Kebaya Betawi” dapat terselenggara baik.

Acara ini diselenggarakan dalam rangka memperingati HUT Kedua Kebaya Nasional, HUT ke-498 Kota Jakarta, dan HUT ke-80 Kemerdekaan RI. Nunun juga menjelaskan bahwa kebaya telah diakui oleh UNESCO sebagai Warisan Budaya Tak Benda pada 4 Desember 2004.

"Ini adalah mencerminkan kolaborasi dari nilai budaya kebaya wawasan Asia Tenggara," ujarnya.

Perhimpunan kebayaku adalah sebuah komunitas yang memiliki visi dan misi untuk melestarikan dan mengembangkan kebaya. Ia ingin agar kebaya semakin menancapkan jati dirinya sebagai busana nasional Indonesia dan selalu menjadi tuan rumah di negeri sendiri.

Melalui acara ini, ia ingin menampilkan kebaya Betawi dan peranakan yang tidak hanya sekadar busana, tapi juga merupakan cerminan dari nilai-nilai keberagaman, keanggunaan dan kearifan lokal yang telah mengakar dalam sejarah Jakarta selama berabad-abad.

"Kami ingin menunjukan bahwa identitas lokal seperti kebaya Betawi memiliki peran penting merajut keberagaman budaya nasional," tandas Nunun.

Berita Terkait
Berita Terpopuler indeks
  1. Rencana Penataan Kawasan Jalan Tambora Disosialisasikan

    access_time21-09-2026 remove_red_eye1427 personBudhi Firmansyah Surapati
  2. Tarif LRT Kelapa Gading-Manggarai Didorong Terjangkau dan Terintegrasi

    access_time21-09-2026 remove_red_eye1165 personFakhrizal Fakhri
  3. Uji Coba HBKB Dua Kali Sepekan Diminta Terbatas

    access_time24-09-2026 remove_red_eye1052 personFakhrizal Fakhri
  4. Pemkot Jakpus Jamin Pengadaan Tanah Proyek MRT Thamrin - Kwitang Dilakukan Terbuka

    access_time24-09-2026 remove_red_eye870 personFolmer
  5. Pramono Paparkan Potensi Investasi Jakarta di Forum U20 Mayoral Plenary

    access_time20-09-2026 remove_red_eye766 personBudhi Firmansyah Surapati