You don't have javascript enabled. Good luck with that.
Pencarian
Seorang ibu memeriksakan kesehatan anaknya di posyandu
photo Ilustrasi - Beritajakarta.id

Kasus Campak di Jaksel Cepat Ditangani

Suku Dinas Kesehatan Jakarta Selatan bergerak cepat dalam menangani kasus campak dan rubella yang tersebar di beberapa wilayah. Hal ini bertujuan mencegah terjadinya penambahan penyebaran penyakit tersebut.

"Penanganan yang baik"

Kepala Suku Dinas Kesehatan Jakarta Selatan, Yudi Dimyati mengatakan, hingga saat ini tercatat ada sembilan kasus positif campak.

"Untuk campaknya sembilan warga, kalau yang positif rubella sebanyak 12 pasien berdasarkan data per 10 kecamatan di Jakarta Selatan. Jika dibandingkan 2024, penemuan suspek kasus campak tahun 2025 lebih tinggi," ujarnya, Jumat (19/9). 

Sudinkes Jakpus Tingkatkan Pengawasan Penanganan Campak

Yudi menjelaskan, adapun penyebaran kasus campak di Jakarta Selatan terdiri dari masing-masing satu kasus di Kecamatan Kebayoran Baru, Pasar Minggu, dan Setiabudi. Kemudian, di Kecamatan Kebayoran  Lama, Pesanggrahan, dan Tebet masing-masing dua kasus. 

"Kalau rubella yang paling tinggi ada di Kecamatan Mampang Prapatan dengan tiga kasus, namun di situ tidak ada temuan campak," ucapnya. 

Yudi menuturkan, dengan kejadian tersebut, pihaknya langsung bergerak melakukan survei cepat komunitas (SCK), pelaksanaan Outbreak Response Immunization (ORI), sekaligus memberikan edukasi penangan kepada masyarakat.

Menurutnya, dalam upaya penanganan, Suku Dinas Kesehatan Jakarta Selatan juga terus memberikan pengobatan hingga mereka sembuh, salah satunya vaksinasi campak sebagai dosis booster.

"Faktor yang membuat rata-rata warga terserang campak dan rubella di antaranya karena perubahan cuaca dan belum divaksin," bebernya. 

Ia menambahkan, untuk menekan penyebaran kasus tersebut, pihaknya juga rutin melakukan imunisasi dalam rangka mencegah penyebaran campak melalui fasilitas kesehatan. 

"Melalui penanganan yang baik. Harapan kami, kasus dari virus yang mudah menular ini bisa terus menurun trennya atau tidak ada penyebaran yang signifikan di suatu wilayah," tandasnya.

Berita Terkait
Berita Terpopuler indeks
  1. Sudin Kominfotik Jakut Berkolaborasi Tingkatkan Literasi Digital

    access_time27-01-2026 remove_red_eye1350 personAnita Karyati
  2. Cuaca Berawan Diprediksi Naungi Jakarta Hari Ini

    access_time26-01-2026 remove_red_eye1203 personDessy Suciati
  3. Cegah Banjir, Pemprov DKI Siapkan OMC hingga Siagakan 200 Ekskavator

    access_time26-01-2026 remove_red_eye992 personDessy Suciati
  4. Pramono Perpanjang Masa PJJ Sampai 1 Februari

    access_time29-01-2026 remove_red_eye962 personDessy Suciati
  5. KORPRI DKI Salurkan Donasi untuk Penyintas Bencana di Sumatra

    access_time30-01-2026 remove_red_eye785 personFakhrizal Fakhri
close