You don't have javascript enabled. Good luck with that.
Pencarian
Petugas gabungan melakukan penertiban parkir liar di Jalan Mayjen Sutoyo
photo Andri Widiyanto - Beritajakarta.id

Pramono Dukung Penertiban Parkir Ilegal

Gubernur DKI Jakarta, Pramono Anung mendukung berbagai upaya untuk menciptakan masyarakat Jakarta menjadi lebih tertib, termasuk terkait penertiban parkir ilegal. Hal ini disampaikannya menanggapi penertiban parkir ilegal yang dilakukan oleh DPRD DKI Jakarta bersama Dinas Perhubungan.

"Kami bersedia untuk menindaklanjuti,"

"Setelah kemarin kita menata lapisan paling bawah dengan KJP, KJMU, dan sebagainya, tentunya berikutnya untuk membuat masyarakat Jakarta lebih tertib," ujar Pramono, di Plaza Selatan Monumen Nasional, Jakarta Pusat, Jumat (19/9).

Pansus Perparkiran Targetkan Rekomendasi Perda Segera Rampung

Pramono menegaskan, Pemerintah Provinsi (Pemprov) DKI Jakarta siap mendukung upaya tindak lanjut dari penertiban parkir ilegal tersebut.

"Iya, semua yang ilegal tentunya kami bersedia untuk menindaklanjuti. Yang ilegal, ya," kata dia.

Ditegaskan Pramono, ketertiban merupakan hal utama untuk menciptakan lingkungan yang lebih baik, teratur, dan kondusif bagi seluruh warga Jakarta. Karena itu, Pemprov DKI pun berkomitmen untuk menjaga dan mengatur ketertiban masyarakat.

"Karena apapun Jakarta ini kan kita harus atur dengan tertib. Dan sekarang ini ketertiban itu menjadi hal utama," tandasnya.

Berita Terkait
Berita Terpopuler indeks
  1. Sudin Kominfotik Jakut Berkolaborasi Tingkatkan Literasi Digital

    access_time27-01-2026 remove_red_eye1359 personAnita Karyati
  2. Cuaca Berawan Diprediksi Naungi Jakarta Hari Ini

    access_time26-01-2026 remove_red_eye1215 personDessy Suciati
  3. Cegah Banjir, Pemprov DKI Siapkan OMC hingga Siagakan 200 Ekskavator

    access_time26-01-2026 remove_red_eye1000 personDessy Suciati
  4. Pramono Perpanjang Masa PJJ Sampai 1 Februari

    access_time29-01-2026 remove_red_eye970 personDessy Suciati
  5. KORPRI DKI Salurkan Donasi untuk Penyintas Bencana di Sumatra

    access_time30-01-2026 remove_red_eye796 personFakhrizal Fakhri
close