You don't have javascript enabled. Good luck with that.
Pencarian
Gerbang Tol Fatmawati 2
photo Reza Pratama Putra - Beritajakarta.id

Uji Coba Rekayasa Lalin di Jl TB Simatupang Diapresiasi

Anggota Komisi B DPRD DKI Jakarta, Muhammad Al Fatih menyambut baik langkah Pemprov DKI Jakarta memperpanjang rekayasa lalu lintas (lalin) di Jalan TB Simatupang dengan membuka Gerbang Tol Fatmawati 2 hingga akhir Oktober 2025.

"Mengefektifkan pergerakan lalu lintas,"

Perpanjangan ini dilakukan setelah uji coba lima hari menunjukkan hasil positif. Gubernur DKI Jakarta, Pramono Anung menyebut, kebijakan tersebut berhasil mengurai kemacetan di kawasan padat tersebut.

“Saya menyambut baik langkah Pemprov DKI Jakarta memperpanjang rekayasa lalu lintas di Jalan TB Simatupang dengan membuka Gerbang Tol Fatmawati 2 hingga akhir Oktober 2025,” ujar Al Fatih, Senin (22/9).

Efektif Urai Macet, Gerbang Tol Fatmawati 2 Dibuka hingga Akhir Oktober

Menurut Al Fatih, kebijakan ini adalah bukti kehadiran pemerintah dalam memberikan solusi konkret untuk mengatasi kemacetan.

Al Fatih menerangkan, hasil evaluasi menunjukkan penurunan volume kendaraan di Jalan RA Kartini sebesar 17,15 persen pada jam puncak. Hal ini, katanya, menjadi bukti bahwa kebijakan tersebut tepat sasaran.

Karena itu, ia mendukung penuh perpanjangan rekayasa lalu lintas ini, bahkan berharap kebijakan tersebut terus dilanjutkan hingga seluruh proyek galian di kawasan TB Simatupang selesai.

“Selama masa pembangunan, masyarakat membutuhkan opsi alternatif untuk mengurangi penumpukan kendaraan dan mengefektifkan pergerakan lalu lintas,” tuturnya.

Meski begitu, Al Fatih meminta Pemprov DKI bersama kontraktor proyek menyampaikan timeline galian secara terbuka, mulai dari tanggal dimulainya hingga target penyelesaiannya.

Ia menyebut, informasi yang jelas akan memberi kepastian bagi masyarakat sekaligus memperkuat kepercayaan publik bahwa proyek ditangani secara serius.

“Selain itu, perlu dilakukan pengkajian ulang terhadap titik-titik bottle neck dan penyempitan jalan di kawasan TB Simatupang, agar rekayasa yang diterapkan tidak hanya sementara mengurai kemacetan, tetapi juga mencegah potensi hambatan baru di lapangan,” jelasnya.

Lebih lanjut, ia meyakini, kebijakan yang dilakukan Pemprov DKI akan membuat Jalan TB Simatupang menjadi simbol kelancaran dan mobilitas warga Jakarta.

“Transparansi, evaluasi rutin, serta keberlanjutan rekayasa lalu lintas adalah kunci agar kebijakan ini benar-benar dirasakan manfaatnya oleh masyarakat,” tandasnya.

Berita Terkait
Berita Terpopuler indeks
  1. Transjakarta Apresiasi Pelanggan Cilik Pengguna Setia Mikrotrans di Jaktim

    access_time11-10-2026 remove_red_eye12426 personAldi Geri Lumban Tobing
  2. Tera Perangkat SPKLU Pastikan Pengukuran Energi Listrik Akurat

    access_time09-10-2026 remove_red_eye11293 personAldi Geri Lumban Tobing
  3. Petugas Berhasil Evakuasi Jenazah di Kali Ciliwung

    access_time08-10-2026 remove_red_eye6757 personNurito
  4. MRT Jakarta Integrasikan Pembayaran Tiket JakLingko Mulai 12 Oktober 2026

    access_time09-10-2026 remove_red_eye3622 personAldi Geri Lumban Tobing
  5. Sudin Kesehatan Jakpus Sidak Dua Klinik Kecantikan Diduga Ilegal

    access_time06-10-2026 remove_red_eye1702 personFolmer