You don't have javascript enabled. Good luck with that.
Pencarian
Sejumlah murid SLB membuat kerajinan tangan
photo Ilustrasi - Beritajakarta.id

Raperda Penyelenggaraan Pendidikan Dorong Penambahan SLB

Ketua Badan Pembentukan Peraturan Daerah (Bapemperda) DPRD DKI Jakarta, Abdul Aziz menyampaikan, Rancangan Peraturan Daerah (Raperda) Penyelenggaraan Pendidikan akan mendorong pembangunan Sekolah Luar Biasa (SLB) lebih banyak di Jakarta.

"Bisa menampung seluruh aspirasi warga,"

Menurutnya, Raperda yang telah difinalisasi tersebut disusun berdasarkan aspirasi warga ibu kota, khususnya dari orang tua anak penyandang disabilitas.

“Jadi kami minta dukungan dan doa dari masyarakat, semoga Raperda ini bisa menampung seluruh aspirasi warga Jakarta serta memberikan fasilitas pendidikan yang lebih baik, terutama pendidikan gratis bagi seluruh warga,” ujar Aziz, Selasa (7/10).

Bapemperda dan Pansus Bahas Finalisasi Raperda Penyelenggaraan Pendidikan

Aziz menjelaskan, selama proses penyusunan Raperda, pihaknya menerima banyak masukan agar pemerintah memperbanyak pembangunan SLB. Saat ini, sekolah bagi anak berkebutuhan khusus itu baru tersedia di tingkat kota administrasi.

“Kami menerima aspirasi dari masyarakat, terutama yang memiliki anak disabilitas. Mereka menyampaikan bahwa jumlah sekolah disabilitas di Jakarta masih sangat terbatas,” terangnya.

Ia menambahkan, keterbatasan jumlah SLB sering membuat anak-anak disabilitas kesulitan bersekolah bahkan berisiko putus sekolah, karena jarak tempuh yang jauh.

“Misalnya ada anak yang harus sekolah ke Cengkareng, sementara dia tidak bisa naik motor sendiri. Ini harus jadi perhatian. Pemerintah perlu membuat terobosan agar SLB bisa lebih banyak dan mudah diakses,” katanya.

Aziz menilai, ke depan SLB idealnya dapat tersedia minimal di setiap kecamatan untuk menjamin pemerataan akses pendidikan bagi anak disabilitas.

“Kalau belum bisa di semua kecamatan, paling tidak dibuat pilot project di kecamatan yang jumlah anak disabilitasnya tinggi. Dengan begitu, orang tua yang memiliki anak disabilitas punya kesempatan yang sama untuk menyekolahkan anaknya seperti anak-anak lainnya,” tandasnya.

Berita Terkait
Berita Terpopuler indeks
  1. 85 Peserta Sekolah Lansia di Jakut Diwisuda

    access_time28-07-2026 remove_red_eye8774 personAnita Karyati
  2. 14 Kendaraan Kedapatan Parkir Liar di Jaktim Ditindak

    access_time28-07-2026 remove_red_eye3306 personNurito
  3. Pramono Dorong Forkabi Kompak Bangun Jakarta

    access_time24-07-2026 remove_red_eye2819 personDessy Suciati
  4. Syafrin Tinjau Lokbin Pasar Minggu

    access_time27-07-2026 remove_red_eye2510 personTiyo Surya Sakti
  5. MRT Jakarta Sepakati Kerja Sama Peningkatan Layanan Sistem Pengumpulan Tarif Otomatis

    access_time29-07-2026 remove_red_eye1584 personAldi Geri Lumban Tobing