You don't have javascript enabled. Good luck with that.
Pencarian
Momentum Hari Anak Sedunia Tegaskan Pentingnya Pemenuhan Hak Anak
photo Nugroho Sejati - Beritajakarta.id

Momentum Hari Anak Sedunia Tegaskan Pentingnya Pemenuhan Hak Anak

Dewan Pimpinan Daerah Perkumpulan Penyelenggara Pendidikan Anak Usia Dini (DPD PP-PAUD) dan Ikatan Guru Taman Kanak-Kanak Indonesia (IGTKI) bersama Dinas Pendidikan (Disdik) Provinsi DKI Jakarta menggelar Peringatan Hari Anak Sedunia 2025 di Gedung Nyi Ageng Serang, Jalan HR Rasuna Said, Jakarta Selatan, Senin (24/11).

"pentingnya pemenuhan hak-hak anak,"

Kegiatan yang mengusung tema ‘Hariku, Hakku’ ini diikuti oleh 120 murid TK perwakilan berbagai sekolah dari lima wilayah kota di Jakarta. Para peserta mengikuti berbagai kegiatan seperti mewarnai, senam, dan menari.

Kampanye 16 HAKTPA Upaya Hapus Kekerasan Berbasis Gender dan Anak

Ketua DPD PP-PAUD DKI Jakarta, Komariah Marullah mengatakan, organisasi yang dipimpinnya memiliki peran penting sebagai jembatan antara penyelenggara layanan PAUD dengan para pemangku kebijakan, baik di tingkat pusat maupun daerah.

“Momentum Hari Anak Sedunia 2025 menjadi kesempatan untuk kembali menegaskan pentingnya pemenuhan hak-hak anak. Setiap anak memiliki hak yang harus dihormati, dilindungi, dan dipenuhi,” ujar Komariah Marullah.

Komariah menyoroti pesatnya perkembangan dunia digital yang berdampak pada psikologis anak. Menurutnya, banyak anak mengalami kecemasan, rendah diri, menarik diri dari lingkungan, kesulitan tidur, hingga kecanduan gawai. Selain itu, anak korban kekerasan juga lebih rentan mengalami depresi, gangguan makan, dan rasa tidak aman saat berinteraksi.

“Karena itu, anak membutuhkan ruang untuk menyuarakan pendapat, mendapatkan kasih sayang, rasa aman, serta pendidikan yang layak agar regulasi emosi mereka terbentuk sejak dini,” katanya.

Ia menegaskan pentingnya peran orang tua dan sekolah dalam menciptakan lingkungan yang aman. Orang tua perlu menerapkan pola pengasuhan positif dengan membuka ruang dialog, membuat aturan yang jelas, dan tidak memenuhi semua keinginan anak.

Komariah menambahkan, guru juga berperan penting dengan membangun kelas yang inklusif serta peka terhadap tanda-tanda kekerasan atau perubahan perilaku siswa.

“Anak harus merasa aman, dihargai, dan diperhatikan agar tumbuh menjadi generasi yang kuat, dan hak anak bukan hanya diberikan tetapi juga harus diajarkan untuk diperjuangkan,” ucapnya.

Ketua Ikatan Guru Taman Kanak-Kanak Indonesia (IGTKI) Provinsi DKI Jakarta, Fera Fitriza mengatakan, kegiatan ini tidak hanya bertujuan merayakan Hari Anak Sedunia, tetapi juga memberikan ruang bagi anak-anak untuk mengekspresikan diri, berkreasi, dan merasakan suasana aman serta menyenangkan.

“Melalui kegiatan ini, penyelenggara berharap anak-anak dapat merasakan langsung bagaimana hak mereka diapresiasi dan difasilitasi dalam lingkungan pendidikan,” tandasnya.

Berita Terkait
Berita Terpopuler indeks
  1. Pekerja dan Pedagang di Terminal Kampung Rambutan Dibantu Sembako

    access_time17-06-2026 remove_red_eye3357 personNurito
  2. Hujan Ringan Diperkirakan Basahi Jakarta Sore Ini

    access_time14-06-2026 remove_red_eye1387 personFolmer
  3. Sudin LH Jaksel OTT Delapan Pelaku Buang Sampah Sembarangan

    access_time13-06-2026 remove_red_eye1318 personTiyo Surya Sakti
  4. Ini Rute Bus Transjakarta ke Jakarta Fair Kemayoran

    access_time12-06-2026 remove_red_eye1312 personAldi Geri Lumban Tobing
  5. MRT Lakukan Penyesuaian Akses Pintu Masuk Stasiun Bundaran HI dan Dukuh Atas

    access_time12-06-2026 remove_red_eye1223 personAldi Geri Lumban Tobing