2.660 Meter Kubik Sedimen Dibersihkan dari Saluran Phb Kramat Jaya
Pengerukan Saluran Penghubung (Phb) Kramat Jaya di Jalan Kramat Jaya Raya, Kecamatan Koja, Jakarta Utara, saat ini progresnya sudah mencapai 75 persen. Sebanyak 2.660 meter kubik sedimen lumpur dan sampah sudah berhasil dibersihkan.
"Mencegah genangan"
Kepala Satuan Pelaksana Sumber Daya Air (SDA) Kecamatan Koja, Slamet Riyanto mengatakan, pengerukan saluran Phb Kramat Jaya sepanjang 2,3 kilometer ini sudah dikerjakan sejak Desember 2024.
"Pengerukan ini kita lakukan dari Simpang Lima Semper, kelurahan Tugu Utara sampai dekat lampu lalu lintas Kramat Raya di Kelurahan Lago," ujarnya, Jumat (28/11).
Pengerukan Saluran Penghubung Lenggong Ditarget Tuntas Tiga PekanSlamet menjelaskan, proses pengerukan saluran terkendala adanya inrit yang dibuat warga. Sehingga, diperlukan proses lebih lama karena harus dilakukan pembongkaran terlebih dahulu
"Sedikit lambat karena terkendala dengan beton penutup. Sebelum dikeruk kita lakukan pembongkaran dengan menurunkan enam personel Pasukan Biru beserta alat berat ekskavator," terangnya.
Menurutnya, pengerukan saluran ini merupakan atensi langsung Wali Kota Jakarta Jakarta Utara, Hendra Hidayat karena selama ini jalan tersebut sering tergenang saat hujan deras hingga ketinggian mencapai 20 sentimeter.
"Progresnya sudah mencapai 75 persen. Pasukan biru telah berhasil mengangkut sebanyak 2.660 meter kubik sedimen lumpur dan sampah dari lokasi," bebernya.
Ia berharap, setelah dilakukan pengerukan saluran, tidak terjadi lagi genangan di Jalan Kramat Jaya. Setelah dilakukan pengerukan saluran sepanjang 1,8 kilometer, aliran air sudah mulai lancar dan kapasitasnya lebih maksimal.
"InsyaAllah bulan depan atau akhir Desember 2025 pengerukan ini selesai dan dapat mencegah genangan saat hujan deras turun," ungkapnya.
Sementara itu, Lurah Lagoa Yuyun Wahyudi menyampaikan apresiasi dan dukungan atas pengerukan saluran penghubung yang dilakukan jajaran SDA Kecamatan Koja. Sebab, saluran ini tertutup rapat, sehingga sudah dipenuhi sedimen lumpur dan sampah di dalamnya.
"Senang sekali sudah dilakukan pengerukan. Meski baru belum tuntas, genangan sudah jarang terjadi. Warga bisa beraktivitas dengan aman dan nyaman," tandasnya.