Hadapi Cuaca Ekstrem, Jakarta Optimalkan Kesiapan Infrastruktur
Gubernur DKI Jakarta, Pramono Anung memastikan kesiapan infrastruktur kota untuk mengantisipasi dampak cuaca ekstrem. Salah satunya dengan menyiagakan ribuan pompa yang tersebar di berbagai titik strategis.
"kurang lebih ada 1.000 lebih pompa,"
"Jakarta di dalam menghadapi ini (cuaca ekstrem) sudah siap, karena kami mempunyai pompa yang tetap kurang lebih 600 dan pompa stasioner sekarang ini ada 600, kurang lebih ada 1.000 lebih pompa," ujar Pramono, di kawasan Monas, Jakarta Pusat, Senin (29/12).
Pramono optimistis dengan kesiapan infrastruktur pompa tersebut, Jakarta mampu menangani luapan air dengan cepat. Hal ini, lanjutnya, terlihat dalam penanganan dampak hujan deras yang sebelumnya terjadi, sehingga genangan dapat ditangani dalam waktu singkat.
Ini Arahan Wali Kota Jakbar Jelang Pergantian Tahun"Kemarin kan juga curah hujan tinggi, enggak sampai 1,5 jam atau dua jam sudah kering. Sehingga pengalaman inilah yang nanti akan kami jalankan," ungkap Pramono.
Pramono Anung juga memastikan jajarannya telah melakukan langkah antisipasi menghadapi potensi cuaca ekstrem yang diprediksi Badan Meteorologi, Klimatologi, dan Geofisika (BMKG).
Pram, sapaan akrabnya mengungkapkan, koordinasi dengan BMKG telah dilakukan sejak 15 hari lalu guna memetakan risiko curah hujan tinggi di wilayah ibu kota. Pemerintah Provinsi (Pemprov) DKI Jakarta pun beberapa kali telah menerapkan teknologi modifikasi cuaca untuk mengantisipasi dampak cuaca ekstrem.
"Untuk info BMKG, kami sudah mendapatkan dari 15 hari yang lalu. Dan beberapa kali sebenarnya Pemerintah Jakarta sudah mengadakan modifikasi cuaca. Maka kalau dilihat dari apa yang disampaikan oleh BMKG kemarin misalnya curah hujan tinggi, ternyata bisa kita turunkan," tandas Pram.