You don't have javascript enabled. Good luck with that.
Pencarian
Dirut PAM Jaya menjelaskan operasional IPA mobile kepada Gubernur DKI Jakarta
photo Reza Pratama Putra - Beritajakarta.id

Pemprov DKI Kirim Armada Penyedia Air Bersih ke Lokasi Terdampak Bencana Sumatra

Gubernur DKI Jakarta, Pramono Anung melepas keberangkatan bantuan kemanusiaan berupa armada penyedia air bersih dan personel teknis untuk membantu masyarakat terdampak bencana di wilayah Sumatra, khususnya Aceh, Sumatra Barat, dan Sumatra Utara. Acara pelepasan ini berlangsung di Pendopo Balai Kota DKI Jakarta pada Rabu (31/12).

"untuk meringankan beban saudara-saudara kita yang terdampak,"

Dalam sambutannya, Pramono merinci bantuan yang dikirimkan Pemerintah Provinsi (Pemprov) DKI Jakarta melalui PAM JAYA ini terdiri dari dua unit instalasi pengolahan air (IPA) mobile/WTP dan 10 unit mobil tangki.

Selain armada, sebanyak 30 personel teknis juga diterjunkan ke lapangan untuk memastikan layanan air berkualitas dapat menjangkau warga yang membutuhkan.

Ratusan Personel Satpol PP Jakbar Pastikan Tibum di Malam Tahun Baru

"Saya memberikan apresiasi kepada PAM JAYA dan jajaran yang telah berpartisipasi, berkontribusi untuk meringankan beban saudara-saudara kita yang terdampak pada saat ini, baik yang ada di Aceh, di Sumatra Barat, maupun di Sumatra Utara," ujar Pramono.

Pemprov DKI telah berulang kali mengirimkan bantuan ke daerah terdampak bencana di Sumatra, berupa obat-obatan dan toilet. Tak hanya itu, Pemprov DKI juga memberikan bantuan secara khusus kepada tiga kabupaten yang terdampak cukup besar, yaitu Lhokseumawe, Aceh Tamiang, dan Tapanuli Tengah, sebesar Rp3 miliar.

Transfer bantuan tersebut juga telah mendapatkan izin dari Kementerian Dalam Negeri dan juga persetujuan DPRD Provinsi DKI Jakarta.

"Karena kami melihat bahwa ada beberapa kabupaten yang tidak bisa kita mengirimkan bantuan berupa in natura, sehingga dengan demikian kami mentransfer," katanya.

Lebih lanjut, Pemprov DKI berkomitmen untuk terus memberikan bantuan kepada masyarakat terdampak bencana, salah satunya melalui penyelenggaraan donasi di acara perayaan pergantian malam tahun baru 2026.

Pramono menyampaikan, donasi untuk para korban bencana sudah dilakukan sejak beberapa hari sebelumnya di lingkungan Balai Kota yang berhasil mengumpulkan dana Rp700 juta. Ia berharap, donasi yang terkumpul nantinya bisa memberikan manfaat bagi penanganan dampak bencana di Sumatra.

"Apa pun yang nanti terkumpul akan kami salurkan, termasuk di dalam menyambut malam tahun baru 2025-2026, kami betul-betul mengadakan acara yang lebih melakukan kontemplasi, berdoa bersama," jelasnya.

Sementara itu, Direktur Utama PAM JAYA, Arief Nasrudin menjelaskan, armada Water Treatment Plant WTP yang dikirimkan memiliki keunggulan teknologi Reverse Osmosis (RO) dan mampu memproduksi sekitar 42 ribu liter per 12 jam. Dua mobil WTP PAM Jaya ini rencananya akan dikirimkan ke Aceh Tamiang.

"Mobil WTP ini dilengkapi dengan RO system, jadi airnya nanti setelah diolah dari air sungai bisa langsung dikonsumsi. Karena sudah ada RO yang memang diberangkatkan dalam truk kita," kata Arief.

Selain itu, dikirm juga 10 mobil tangki serta tim teknis untuk menyelesaikan masalah air keruh di wilayah terdampak bencana.

Selain bantuan operasional, PAM JAYA juga menggalang donasi internal sebesar Rp250.720.683. Dana tersebut akan disalurkan melalui rekening Baznas Bazis DKI Jakarta untuk membantu kebutuhan logistik di daerah terdampak.

Berita Terkait
Berita Terpopuler indeks
  1. Sudin Kominfotik Jakut Berkolaborasi Tingkatkan Literasi Digital

    access_time27-01-2026 remove_red_eye1350 personAnita Karyati
  2. Cuaca Berawan Diprediksi Naungi Jakarta Hari Ini

    access_time26-01-2026 remove_red_eye1203 personDessy Suciati
  3. Cegah Banjir, Pemprov DKI Siapkan OMC hingga Siagakan 200 Ekskavator

    access_time26-01-2026 remove_red_eye992 personDessy Suciati
  4. Pramono Perpanjang Masa PJJ Sampai 1 Februari

    access_time29-01-2026 remove_red_eye962 personDessy Suciati
  5. KORPRI DKI Salurkan Donasi untuk Penyintas Bencana di Sumatra

    access_time30-01-2026 remove_red_eye785 personFakhrizal Fakhri
close