You don't have javascript enabled. Good luck with that.
Pencarian
Pelatihan teknik otomotif melalui Mobile Training Unit (MTU)
photo Andri Widiyanto - Beritajakarta.id

PPKD Jaktim Realisasikan Pelatihan Bagi 2.000 Warga

Pusat Pelatihan Kerja Daerah (PPKD) Jakarta Timur berhasil melatih sebanyak 2.000 warga sepanjang tahun 2025 melalui berbagai program pelatihan kerja berbasis kompetensi.

"Mencapai 100 persen"

Kepala PPKD Jakarta Timur, Teguh Hendarwan mengatakan, total terdapat 9.166 pendaftar pelatihan kerja selama tahun 2025. Setelah melalui proses seleksi, sebanyak 2.000 peserta dinyatakan diterima dan seluruhnya berhasil mengikuti pelatihan hingga tuntas.

"Alhamdulillah, capaian peserta pelatihan kerja tahun 2025 telah mencapai 100 persen," ujarnya, Jumat (2/1).

Rehab Gedung dan Sarpras di PPKD Jakarta Timur Rampung

Teguh menjelaskan, sepanjang tahun 2025, PPKD Jakarta Timur menyelenggarakan 23 program pelatihan kerja yang mencakup 15 kejuruan dalam lima angkatan.

"Selain pelatihan reguler, PPKD juga menggelar pelatihan dengan metode Mobile Training Unit (MTU) melalui sistem jemput bola di 65 kelurahan, dengan total peserta sebanyak 560 orang yang terbagi dalam tujuh angkatan," terangnya.

Menurutnya, dari total 2.000 peserta pelatihan reguler, sebanyak 1.383 orang atau 98,86 persen dinyatakan lulus secara kompeten dan berhak memperoleh sertifikat Badan Nasional Sertifikasi Profesi (BNSP), serta sertifikat dari PPKD Jakarta Timur.

"Pelatihan kerja yang digelar juga bersifat inklusif. Sebanyak 42 peserta penyandang disabilitas turut mengikuti pelatihan kejuruan Barista dan Digital Marketing," ungkapnya.

Teguh menyampaikan, PPKD Jakarta Timur juga telah menjalin kolaborasi dengan 45 perusahaan dari dunia usaha dan dunia industri.

"Sepanjang tahun 2025, tercatat ada 106 kali proses rekrutmen kerja yang berhasil menyerap sebanyak 1.431 lulusan untuk bekerja maupun berwirausaha," bebernya.

Ia menambahkan, sebanyak 16 lulusan PPKD Jakarta Timur berhasil diterima bekerja di Jepang pada sektor otomotif, perhotelan, kafe, dan bidang lainnya.

"Mereka yang bekerja di Jepang telah mengikuti dua kejuruan, yaitu Bahasa Jepang dan kejuruan teknis sesuai minat. Mereka memiliki dua kompetensi sekaligus, yakni bahasa dan keahlian teknis," tandasnya.

Berita Terkait
Berita Terpopuler indeks
  1. Transjakarta Apresiasi Pelanggan Cilik Pengguna Setia Mikrotrans di Jaktim

    access_time11-10-2026 remove_red_eye29870 personAldi Geri Lumban Tobing
  2. Aksi Humanis Petugas Transjakarta Bantu Lansia Tuai Apresiasi

    access_time15-10-2026 remove_red_eye14001 personAldi Geri Lumban Tobing
  3. Surveilans Influenza A di Jakarta Diperkuat, Warga Diimbau Tetap Tenang dan Waspada

    access_time16-10-2026 remove_red_eye2399 personAldi Geri Lumban Tobing
  4. Satpol PP Ungkap Kronologi Penyerangan Anggota Usai Penertiban di Kebayoran Baru

    access_time12-10-2026 remove_red_eye1966 personAldi Geri Lumban Tobing
  5. Hattrick, Transjakarta Pertahankan Predikat Terbaik Pertama Pengelolaan Arsip

    access_time15-10-2026 remove_red_eye1690 personAldi Geri Lumban Tobing