Kepercayaan Publik dan Investor Fondasi Utama Transformasi Jakarta Kota Global
Gubernur DKI Jakarta, Pramono Anung menegaskan, kepercayaan publik dan investor merupakan fondasi utama dalam transformasi Jakarta menjadi kota global.
"kepercayaan kepada Pemerintah Jakarta,"
Hal ini disampaikannya saat menjadi keynote speaker di acara the Indonesia Economic Summit (IES) 2026 yang berlangsung di Shangri-La Hotel Jakarta, Selasa (3/2).
"Bagi saya sebagai Gubernur, hal penting adalah tentang kepercayaan kepada Pemerintah Jakarta. Ini sangat penting. Saya sampaikan kepada rekan-rekan saya di Balai Kota, kalian harus membuat masyarakat, pebisnis, investor, percaya dengan Jakarta," ujar Pramono.
Tumbuh Hampir 12 Persen, Investasi di Jakarta Capai Rp270 TriliunIa mengatakan, forum ini membuka ruang bagi Jakarta kepada dunia internasional, terutama kepada para investor terkait kebijakan yang tengah dilakukan Pemprov DKI. Pada 2025 lalu, tercatat investasi di Jakarta mencapai sekitar 16,9 miliar dolar AS, atau naik 12 persen dari tahun sebelumnya.
Menurutnya, hal tersebut menunjukkan adanya kepercayaan publik kepada Jakarta di tengah kondisi ekonomi yang penuh ketidakpastian saat ini. Dalam menjaga momentum ini dan menjadikan Jakarta sebagai kota global, Pemprov DKI pun berkomitmen untuk membangun infrastruktur, SDM, dan ekosistem bisnis yang lebih transparan.
Pramono menyampaikan, transformasi Jakarta diarahkan untuk memperkuat investasi perkotaan yang mendorong pertumbuhan ekonomi jangka panjang dan menjawab kebutuhan komunitas perkotaan yang terus berkembang.
Pemerintah Jakarta, lanjutnya, tengah berupaya meningkatkan iklim investasi melalui inisiatif seperti Rencana Induk Investasi Jakarta 2025-2045 yang menyederhanakan 44 jenis izin usaha dan memberikan insentif bagi investor.
Selain itu, juga terdapat inisiatif strategis seperti Jakarta Investment Festival dan proyek investasi siap tawar yang diluncurkan untuk menarik investasi dan membangun kepercayaan investor global.
Dalam kesempatan ini, Pramono juga juga memperkenalkan Jakarta Collaboration Fund dan mekanisme pembiayaan inovatif untuk memperkuat ekosistem pembangunan daerah.
"Jakarta Collaboration Fund lebih dari sekadar alat keuangan. Namun juga menjadi fondasi bagi ketahanan fiskal Jakarta dan kemandirian untuk memungkinkan inisiatif strategis tanpa membebani anggaran daerah," tandasnya.