You don't have javascript enabled. Good luck with that.
Pencarian
Sosialisasi cegah obesitas jaktim
photo Nurito - Beritajakarta.id

Warga Duren Sawit Diajak Cegah Obesitas

Wakil Camat Duren Sawit, Andri Priwitama Maila mengajak warga untuk mencegah obesitas dengan menghindari konsumsi makanan instan serta minuman yang mengandung kadar gula tinggi.

"Investasi kualitas hidup"

Imbauan tersebut disampaikan Andri saat membuka kegiatan Peringatan Hari Gizi Nasional (HGN) ke-66 di Aula Kantor Kecamatan Duren Sawit yang mengusung tema "Gizi Optimal Mewujudkan Generasi Emas 2045".

Edukasi Gizi Seimbang Warnai HGN di SMPN 86

Kegiatan tersebut diikuti oleh 100 peserta dan menghadirkan narasumber ahli gizi, Rita Ramayulis. Peserta terdiri atas perwakilan pelajar, orang tua murid, guru, serta kepala sekolah di Kecamatan Duren Sawit.

Andri mengatakan, saat ini masyarakat dihadapkan pada tantangan nyata berupa meningkatnya angka obesitas pada remaja. 

Melalui kegiatan ini, ia menegaskan, paradigma "gemuk itu lucu dan makmur" harus diubah. Pasalnya, data nasional menunjukkan sebanyak 16 persen remaja berusia 13-15 tahun mengalami obesitas.

"Godaan makanan instan dan minuman manis dengan kadar gula tinggi tersedia di hampir setiap sudut jalan," ujarnya, Kamis (5/2).

Menurutnya, kondisi tubuh gemuk bukan lagi semata-mata persoalan penampilan, melainkan ancaman serius bagi kesehatan jangka panjang.

"Obesitas bukan hanya soal angka pada timbangan, melainkan berkaitan dengan investasi kualitas hidup dalam 10 hingga 20 tahun ke depan," terangnya.

Ia mengajak seluruh pihak memanfaatkan momentum HGN ke-66 untuk bergerak bersama. Jika pihak kelurahan, sekolah, puskesmas, dan orang tua memiliki komitmen yang sama, ia optimistis remaja di Duren Sawit akan tumbuh menjadi generasi unggul menuju Indonesia Emas 2045.

Sementara itu, Kepala Puskesmas Kecamatan Duren Sawit, Endang Sri Wahyuningsih menambahkan, persoalan gizi dan kesehatan remaja tidak dapat dibebankan sepenuhnya kepada Puskesmas. 

"Tenaga kesehatan tidak mungkin mengawasi konsumsi makanan anak selama 24 ja," bebernya.

Untuk itu, lanjut Endang, diperlukan penguatan peran lintas sektor, termasuk peran lurah untuk memastikan Posyandu Remaja tidak hanya berjalan secara administratif, tetapi menjadi ruang interaksi yang menarik bagi remaja untuk peduli terhadap kesehatan mereka.

"Kami juga mengajak para guru di sekolah untuk turut membantu pengawasan kantin sekolah," ucapnya.

Ia menuturkan, sangat penting memberikan edukasi kepada pelajar bahwa mengonsumsi air putih jauh lebih baik dibandingkan minuman kemasan berwarna yang tinggi gula. Selain itu, kantin sekolah diharapkan menyediakan pilihan makanan yang bergizi.

"Orang tua perlu lebih memperhatikan asupan gizi anak. Keluarga merupakan benteng pertahanan pertama dalam pencegahan obesitas," tandasnya.

Berita Terkait
Berita Terpopuler indeks
  1. Transjakarta Apresiasi Pelanggan Cilik Pengguna Setia Mikrotrans di Jaktim

    access_time11-10-2026 remove_red_eye28958 personAldi Geri Lumban Tobing
  2. Tera Perangkat SPKLU Pastikan Pengukuran Energi Listrik Akurat

    access_time09-10-2026 remove_red_eye11504 personAldi Geri Lumban Tobing
  3. Petugas Berhasil Evakuasi Jenazah di Kali Ciliwung

    access_time08-10-2026 remove_red_eye6892 personNurito
  4. MRT Jakarta Integrasikan Pembayaran Tiket JakLingko Mulai 12 Oktober 2026

    access_time09-10-2026 remove_red_eye3822 personAldi Geri Lumban Tobing
  5. Satpol PP Ungkap Kronologi Penyerangan Anggota Usai Penertiban di Kebayoran Baru

    access_time12-10-2026 remove_red_eye1580 personAldi Geri Lumban Tobing