You don't have javascript enabled. Good luck with that.
Pencarian
Food station pasar murah doc
photo Doc - Beritajakarta.id

Angka Kemiskinan di Jakarta Turun 0,25 Persen

Badan Pusat Statistik DKI Jakarta mencatat, angka kemiskinan di Jakarta pada September 2025 menurun sekitar 0,25 persen dibanding Maret tahun yang sama

Selain persentase turun, jumlah warga miskin di Jakarta berkurang.

Kepala Badan Pusat Statistik DKI Jakarta, Kadarmanto mengatakan, persentase penduduk miskin pada September 2025 sebesar 4,03 persen atau turun 0,25 persen poin dibandingkan medio Maret 2025 yang sebesar 4,28 persen.

"Selain persentase turun, jumlah warga miskin di Jakarta berkurang. Pada September 2025 tercatat 439,12 ribu warga miskin atau turun 25,75 ribu dibandingkan Maret 2025 yang mencapai 464,87 ribu orang," ujar Kadarmanto, Kamis (5/2). 

BPS DKI Catat Inflasi Desember 2025 di Angka 0,33 Persen

Ia mengungkapkan, pihaknya mencatat jumlah penduduk miskin di Jakarta pada September 2025 merupakan yang terendah sejak pandemi COVID-19. 

"Sementara berdasarkan data persentase kemiskinan pada September 2024 di angka 4,14 persen turun menjadi 4,13 persen atau turun 0,11 persen di bulan serupa 2025," ungkapnya. 

Ia menjelaskan, penurunan ini menunjukkan pemulihan ekonomi Jakarta mulai berdampak nyata terhadap kesejahteraan masyarakat. Hal ini terlihat dari sisi pengeluaran, Garis Kemiskinan (GK) DKI Jakarta pada September 2025 sebesar Rp 897.768 per kapita setiap bulan atau naik 5,28 persen dibandingkan Maret 2025. 

"Garis kemiskinan DKI Jakarta didominasi oleh kebutuhan makanan sebesar 69,30 persen atau Rp 622.175 per kapita setiap bulan; Kebutuhan bukan makanan setiap bulan sebesar 30,70 persen atau Rp 275.593 per kapita. Sehingga rata-rata pengeluaran minimum rumah tangga miskin yang memiliki lima orang mencapai Rp 4,57 juta per bulan," jelasnya. 

Ia menambahkan, penurunan angka kemiskinan di Jakatta tidak terlepas perekonomian Jakarta mengalami pertumbuhan 1,62 persen sepanjang tahun 2025; meningkatkan pengeluaran masyarakat 3,4 persen; tingkat pengangguran menurun dari 6,18 persen menjadi 6,05 persen serta inflasi relatif terkendali sehingga daya beli masyarakat terjaga. 

"Berbagai program bantuan sosial dari pemerintah pusat dan Pemprov DKI Jakarta juga berperan menekan angka kemiskinan, seperti Bantuan Pangan Non Tunai (BPNT), Program Keluarga Harapan (PKH), Kartu Jakarta Pintar Plus (KJP Plus), Kartu Jakarta Mahasiswa Unggul (KJMU), hingga Program Makan Bergizi Gratis," ungkapnya.

Berita Terkait
Berita Terpopuler indeks
  1. 1.525 Guru PPPK di Jakut dan Kepulauan Seribu Teken Perpanjangan Kontrak Kerja

    access_time01-07-2026 remove_red_eye2171 personAnita Karyati
  2. Pengecoran Tanggul Dermaga Pulau Untung Jawa Capai 57 Persen

    access_time29-06-2026 remove_red_eye1004 personAnita Karyati
  3. Bank Jakarta dan BEI Dorong Pertumbuhan Berkualitas di Tengah Dinamika Ekonomi

    access_time01-07-2026 remove_red_eye867 personFakhrizal Fakhri
  4. Rano Kampanyekan Pilah Sampah Saat Karnaval Jakarta Penuh Warna

    access_time28-06-2026 remove_red_eye827 personBudhi Firmansyah Surapati
  5. Bantaran Anak Kali Ciliwung di Pinangsia Ditanami Pohon

    access_time03-07-2026 remove_red_eye766 personBudhi Firmansyah Surapati