You don't have javascript enabled. Good luck with that.
Pencarian
Pasar Kramat Jati Rezap
photo Reza Pratama Putra - Beritajakarta.id

Legislator Optimistis Raperda Pangan Mampu Jaga Stabilitas Harga

Anggota Komisi B DPRD DKI Jakarta, Ade Suherman optimistis Rancangan Peraturan Daerah (Raperda) tentang Penyelenggaraan Pangan mampu menjaga stabilitas harga dan ketersediaan pangan di ibu kota.

"Kita berharap tidak ada lagi lonjakan harga,"

Ade menegaskan, Pemprov DKI Jakarta bersama DPRD memiliki tanggung jawab memastikan hak warga atas pangan benar-benar terpenuhi.

“Saya optimistis Raperda ini bisa menjaga stabilitas harga dan ketersediaan pangan. Memang seharusnya begitu, karena hak warga harus dijamin,” ujar Ade, Sabtu (14/2).

Jakarta dan Cianjur Sepakati Kerja Sama Ketahanan Pangan

Ia juga menanggapi usulan pembentukan Dewan Pangan DKI Jakarta. Menurutnya, pembentukan badan baru belum mendesak karena saat ini sudah cukup banyak lembaga yang menangani urusan pangan.

“Yang paling dibutuhkan sekarang adalah kepastian payung hukum terhadap sistem pengelolaan pangan, ketersediaan, serta aksesibilitas hak warga,” jelasnya.

Ke depan, Ade mengusulkan agar diwacanakan skema mandatory spending untuk subsidi pangan, seperti anggaran wajib di sektor pendidikan. Langkah tersebut dinilai penting agar jaminan hak atas pangan benar-benar terkunci dalam kebijakan anggaran daerah.

Ia menegaskan, Raperda Pangan harus memastikan warga mendapatkan pangan yang murah, aman, bergizi, dan terjamin kehalalannya. Selain itu, akses masyarakat terhadap bahan pangan juga perlu diperkuat agar tidak ada warga yang kesulitan memenuhi kebutuhan pokok.

Ade turut menyoroti pentingnya pengelolaan sisa pangan (food waste). Ia berharap, masyarakat dapat dilibatkan dalam pemanfaatan kelebihan pangan agar tidak terbuang sia-sia dan bisa dimanfaatkan secara optimal.

Di sisi lain, ia meminta perbaikan sistem distribusi dan perolehan pangan berbasis digital lantaran masih memicu antrean dan keluhan. Menurutnya, persoalan teknis tersebut tidak boleh terus berulang dan harus segera dibenahi.

Ia juga mendorong Pemprov DKI memiliki cadangan pangan (buffer stock) yang memadai untuk menghadapi kondisi darurat maupun bencana, tanpa mengganggu pasokan bagi warga. Program urban farming pun dinilai sebagai langkah strategis untuk menjaga ketersediaan dan stabilitas harga pangan.

“Menjelang Ramadan dan Idulfitri, kita berharap tidak ada lagi lonjakan harga yang memberatkan masyarakat,” tandasnya.

Berita Terkait
Berita Terpopuler indeks
  1. Transjakarta Apresiasi Pelanggan Cilik Pengguna Setia Mikrotrans di Jaktim

    access_time11-10-2026 remove_red_eye11741 personAldi Geri Lumban Tobing
  2. Tera Perangkat SPKLU Pastikan Pengukuran Energi Listrik Akurat

    access_time09-10-2026 remove_red_eye11288 personAldi Geri Lumban Tobing
  3. Petugas Berhasil Evakuasi Jenazah di Kali Ciliwung

    access_time08-10-2026 remove_red_eye6757 personNurito
  4. MRT Jakarta Integrasikan Pembayaran Tiket JakLingko Mulai 12 Oktober 2026

    access_time09-10-2026 remove_red_eye3617 personAldi Geri Lumban Tobing
  5. Sudin Kesehatan Jakpus Sidak Dua Klinik Kecantikan Diduga Ilegal

    access_time06-10-2026 remove_red_eye1702 personFolmer