Penertiban PPKS Harus Dibarengi Pembinaan Berkelanjutan
Anggota Komisi E DPRD DKI Jakarta, Farah Savira mendukung langkah penertiban manusia gerobak yang kerap muncul selama bulan suci Ramadan di sejumlah lokasi ibu kota.
"tidak hanya sekadar meminta,"
Menurut Farah, penertiban terhadap Pemerlu Pelayanan Kesejahteraan Sosial (PPKS) tersebut bukan untuk menghalangi niat masyarakat dalam bersedekah. Sebaliknya, langkah itu dilakukan untuk mencegah kebiasaan yang justru dapat mengundang semakin banyak orang, baik warga Jakarta maupun dari luar daerah untuk mengemis di sembarang tempat.
“Intinya kami mendukung penuh penertiban manusia gerobak ini, terutama saat Ramadan. Niat kita tentu ingin memperbanyak sedekah di bulan suci, tetapi penertiban ini penting agar kita tidak membiasakan atau mengundang lebih banyak warga untuk mengemis di ruang-ruang publik,” ujar Farah, Rabu (18/2).
Jelang Ramadan, Keberadaan Manusia Gerobak Bakal DitertibkanIa menegaskan, penanganan persoalan tersebut tidak cukup hanya dengan penertiban, tetapi juga harus dibarengi pembinaan yang berkelanjutan.
Untuk itu, Farah mendorong adanya kerja sama dengan Dinas Sosial (Dinsos). Pasalnya, Dinsos memiliki sejumlah panti sosial yang dapat dimanfaatkan untuk menampung dan membina para tunawisma.
Selain itu, Farah menilai, perlu disiapkan program pelatihan dan pengembangan keterampilan agar PPKS memiliki bekal untuk mendapatkan pekerjaan dan meningkatkan taraf hidup.
“Pembinaan bisa dilakukan melalui kerja sama dengan Dinsos. Mereka memiliki panti yang dapat menjadi tempat pembinaan. Di sana juga bisa diberikan pelatihan agar para tunawisma memiliki keterampilan dan peluang untuk mencari penghasilan, tidak hanya sekadar meminta,” tandasnya.
Farah juga mengingatkan agar pendekatan yang dilakukan tetap mengedepankan sisi kemanusiaan.