You don't have javascript enabled. Good luck with that.
Pencarian
Program bedah rumah satpol pp otoy
photo Andri Widiyanto - Beritajakarta.id

Program Bedah Rumah Swadaya Satpol PP Diapresiasi

Anggota Komisi D DPRD DKI Jakarta, Muhammad Thamrin mengapresiasi program bedah rumah bagi warga disabilitas kurang mampu di Cengkareng, Jakarta Barat.

"Patut diacungi jempol,"

Program tersebut diinisiasi secara swadaya melalui donasi internal anggota Satpol PP DKI Jakarta. Pengerjaan pembangunan rumah tersebut telah diresmikan oleh Wakil Gubernur DKI Jakarta, Rano Karno.

“Program yang dijalankan Bang Rano Karno bersama teman-teman Satpol PP ini benar-benar patut diacungi jempol. Selama ini, kalau mendengar Satpol PP, masyarakat mungkin terbayang penertiban yang kaku. Tapi lewat aksi bedah rumah ini, mereka menunjukkan sisi humanis yang luar biasa,” ujar Thamrin, Kamis (19/2).

Rano Groundbreaking Program Bedah Rumah Satpol PP di Jakbar

Ia menjelaskan, rumah tidak layak huni seluas 33 meter persegi itu dibangun ulang menjadi hunian dua lantai dalam waktu sekitar dua bulan. Menurutnya, langkah tersebut menjadi bukti kepedulian nyata Satpol PP kepada warga yang membutuhkan.

“Hebatnya lagi, program ini tidak menggunakan anggaran pemerintah yang proses pencairannya cukup panjang, melainkan hasil patungan sukarela para anggota untuk membantu warga disabilitas kurang mampu,” ucapnya.

Thamrin pun mendorong agar semangat gotong royong tersebut dapat dicontoh oleh dinas maupun organisasi perangkat daerah (OPD) lainnya di lingkungan Pemprov DKI Jakarta.

“Saya sangat mendukung jika pola gotong royong seperti ini direplikasi oleh dinas-dinas lain. Seandainya setiap kantor memiliki ‘celengan sosial’, perbaikan rumah warga tidak layak huni bisa dilakukan lebih cepat tanpa harus menunggu proses birokrasi anggaran,” katanya.

Menurut Thamrin, selain menjadi solusi penyediaan hunian layak, program ini juga mempererat hubungan antara aparatur pemerintah dan masyarakat karena dibangun atas dasar kepedulian.

Meski demikian, ia mengingatkan agar aspek teknis pembangunan tetap diperhatikan. Mengingat rumah dibangun dua lantai dan penghuninya merupakan penyandang disabilitas, desain hunian harus ramah dan aman agar tidak menyulitkan aktivitas sehari-hari.

“Desainnya harus benar-benar dipikirkan supaya penghuni tidak kesulitan naik turun atau beraktivitas,” katanya.

Ia juga menekankan pentingnya menjaga transparansi pengelolaan dana patungan serta memastikan penerima bantuan tepat sasaran guna menghindari kecemburuan sosial.

“Kalau program ini dijalankan secara konsisten dan bahkan dibarengi dengan bantuan modal usaha kecil, dampaknya tentu akan sangat besar bagi masa depan warga penerima manfaat,” tandasnya.

Berita Terkait
Berita Terpopuler indeks
  1. Surveilans Influenza A di Jakarta Diperkuat, Warga Diimbau Tetap Tenang dan Waspada

    access_time16-10-2026 remove_red_eye3840 personAldi Geri Lumban Tobing
  2. Jakarta Esports 2026 Hadirkan Panggung Game Lokal, Musik, dan Kreativitas

    access_time19-10-2026 remove_red_eye2701 personAldi Geri Lumban Tobing
  3. Personel Gabungan Kembalikan Fungsi Trotoar dan Saluran di Jalan Sungai Bambu

    access_time21-10-2026 remove_red_eye2388 personAnita Karyati
  4. Warga Kelurahan Pulau Panggang Diajak Gencarkan Pilah Sampah

    access_time20-10-2026 remove_red_eye1207 personAnita Karyati
  5. CiLung Fest 2026 Momentum Bangun Kepedulian Warga terhadap Perairan Jakarta

    access_time16-10-2026 remove_red_eye1162 personFakhrizal Fakhri