You don't have javascript enabled. Good luck with that.
Pencarian
Arief nasrudin otoy
photo Andri Widiyanto - Beritajakarta.id

PAM Jaya Kembangkan Teknologi Baru Pengelolaan Air di Jakarta

Perumda PAM Jaya tengah mengembangkan inovasi teknologi untuk memproduksi air minum dengan menangkap uap air dari atmosfer. Teknologi ini direncanakan menjadi bagian dari pengembangan fasilitas water hub yang akan ditempatkan di sejumlah titik di kawasan Sudirman–Thamrin, Jakarta.

"teknologi ini tidak membutuhkan sumber air baku,"

Direktur Utama PAM Jaya, Arief Nasrudin, mengatakan pengembangan teknologi tersebut merupakan hasil kerja sama dengan mitra strategis internasional, termasuk dari Swiss.

Ia menyebut, investor dan tenaga ahli asing menunjukkan minat besar untuk berinvestasi sekaligus membawa teknologi baru dalam pengelolaan air di Jakarta.

PAM JAYA Fokus Perluas Jaringan Air Bersih ke Wilayah Timur dan Selatan Jakarta

Arief menjelaskan, teknologi tersebut bekerja dengan menangkap partikel air yang terdapat di udara, kemudian mengolahnya menjadi air yang layak diminum.

“Berbeda dengan sumber air konvensional seperti sungai atau waduk, teknologi ini tidak membutuhkan sumber air baku,” ungkapnya, Kamis (12/3).

Ia menyampaikan, alat tersebut mampu menghasilkan air minum langsung atau drinkable water dengan cara memanfaatkan kandungan uap air yang ada di atmosfer. Bahkan, teknologi ini disebut bekerja lebih optimal dalam kondisi cuaca panas.

PAM Jaya berencana menempatkan perangkat tersebut dalam fasilitas yang disebut water hub atau water station di sepanjang kawasan Sudirman–Thamrin.

“Nantinya, masyarakat dapat langsung mengakses air minum secara gratis dari fasilitas tersebut,” ujarnya.

Ia menjelaskan, prinsip kerja teknologi tersebut sebenarnya juga seperti proses kondensasi pada pendingin ruangan atau AC. Dalam proses tersebut, uap air di udara ditangkap lalu dikondensasikan hingga menghasilkan air.

Namun pada teknologi yang akan digunakan PAM Jaya, prosesnya dilakukan secara lebih khusus untuk menangkap kandungan air di atmosfer dalam skala yang lebih besar. Air yang dihasilkan dapat langsung diminum oleh masyarakat tanpa perlu pengolahan tambahan.

Rencana pembangunan water hub saat ini masih dalam proses perizinan dan koordinasi dengan sejumlah pihak, termasuk Pemerintah Provinsi DKI Jakarta. Ia menyebut, persetujuan dari Gubernur DKI Jakarta serta instansi terkait seperti Badan Perencanaan Pembangunan Daerah (Bappeda) telah diperoleh.

“Pembangunan fasilitas tersebut dapat segera dimulai pada tahun ini. Targetnya, proses peletakan batu pertama atau groundbreaking dapat dilakukan pada pertengahan tahun 2026,” katanya.

Ia menambahkan, selain untuk kebutuhan perkotaan, PAM Jaya juga menyiapkan versi mobile dari teknologi tersebut. Perangkat mobile ini nantinya dapat digunakan dalam kondisi darurat untuk menghasilkan air minum di lokasi yang tidak memiliki sumber air.

Ditambahkan Arief, konsep ini mirip dengan water treatment plant (WTP) mobile yang sebelumnya pernah dikirim PAM Jaya ke Aceh untuk membantu pengolahan air. Namun berbeda dengan WTP yang masih membutuhkan air sungai sebagai bahan baku, perangkat mobile berbasis atmosfer dapat langsung menghasilkan air dari udara.

“Saat ini PAM Jaya telah melakukan pemesanan perangkat tersebut dan sedang dalam tahap kerja sama dengan penyedia teknologi. Jika seluruh proses berjalan sesuai rencana, teknologi ini ditargetkan tiga sampai empat bulan ke depan sudah bisa kami tunjukkan kepada gubernur untuk kemudian disampaikan kepada masyarakat,” tandasnya.

Berita Terkait
Berita Terpopuler indeks
  1. Bangunan Arena Padel di Kembangan Disegel

    access_time09-03-2026 remove_red_eye6378 personBudhi Firmansyah Surapati
  2. Transjakarta Rute Blok M–Bandara Soetta Bakal Dilayani Metrotrans Low Entry

    access_time05-03-2026 remove_red_eye3213 personAldi Geri Lumban Tobing
  3. Pemprov DKI Buka Mudik Gratis ke Kepulauan Seribu

    access_time05-03-2026 remove_red_eye2319 personAldi Geri Lumban Tobing
  4. Legislator Apresiasi Gang Hijau di Malaka Jaya

    access_time05-03-2026 remove_red_eye2068 personNurito
  5. PT Pembangunan Jaya Ancol Berkolaborasi Santuni 2.000 Mustahik

    access_time08-03-2026 remove_red_eye1149 personAnita Karyati