You don't have javascript enabled. Good luck with that.
Pencarian
Dinas lh pilah sampah gery ist
photo Istimewa - Beritajakarta.id

Gerakan Pilah Sampah dari Sumber Diminta Digencarkan

Dinas Lingkungan Hidup (DLH) DKI Jakarta mengajak para wali kota, camat, hingga lurah untuk mengambil peran aktif dalam menggerakkan ‘Gerakan Pengurangan dan Pilah Sampah dari Sumber’ di tengah masyarakat.

"dilakukan secara konsisten dan masif,"

Langkah yang diimbau Gubernur Pramono ini dinilai menjadi kunci penting untuk mengatasi persoalan sampah di Jakarta secara lebih berkelanjutan.

Kepala Dinas Lingkungan Hidup DKI Jakarta, Asep Kuswanto, mengatakan penanganan sampah tidak bisa terus bergantung pada pengangkutan dan penimbunan semata. Menurutnya, upaya yang lebih mendasar perlu dimulai dari rumah tangga, sebagai sumber utama timbulan sampah.

Dinas LH DKI Pertegas Komitmen Pengurangan Sampah dari Sumber

“Pemilahan sampah dari sumber harus dilakukan secara konsisten dan masif agar benar-benar berdampak pada pengurangan volume sampah yang dikirim ke TPST Bantargebang,” ujarnya, Senin (6/4).

Asep menyampaikan, keberhasilan gerakan ini sangat bergantung pada koordinasi yang kuat di tingkat wilayah, mulai dari kota, kecamatan, hingga kelurahan. Peran para pemangku wilayah menjadi krusial dalam mengedukasi, menggerakkan, sekaligus memastikan kebiasaan pilah sampah dapat berjalan di tengah masyarakat.

Dinas Lingkungan Hidup DKI Jakarta juga berharap walikKota, camat, dan lurah mengaktifkan kembali berbagai sarana pengelolaan sampah berbasis masyarakat yang selama ini telah tersedia sebagai bagian dari penguatan tersebut.

“Bidang Pengelola Sampah (BPS) di tingkat RW, misalnya, diharapkan kembali menjadi pusat aktivitas pengelolaan sampah di lingkungan warga,” katanya.

Ia menjelaskan, pengolahan sampah organik melalui biokonversi maggot Black Soldier Fly (BSF) juga perlu dihidupkan kembali. Asep menilai, metode ini terbukti efektif dalam mengurangi sampah sisa makanan yang selama ini mendominasi timbulan sampah rumah tangga. Di sisi lain, penguatan bank sampah juga terus didorong sebagai sarana pengelolaan sampah daur ulang.

“Tidak hanya membantu mengurangi sampah, keberadaan bank sampah juga memberikan nilai tambah ekonomi bagi masyarakat,” ucapnya.

Asep mengingatkan, persoalan sampah adalah tanggung jawab bersama yang membutuhkan kolaborasi lintas sektor, mulai dari pemerintah, komunitas, hingga warga. Ia menambahkan, upaya pengelolaan sampah akan lebih efektif dan berkelanjutan dengan kerja bersama.

“Ketika pemilahan sudah menjadi kebiasaan di rumah seperti memisahkan sisa makanan, plastik, dan tidak mencampurnya dalam satu wadah maka kita sedang membangun budaya baru. Dampaknya akan sangat besar, tidak hanya bagi kebersihan lingkungan, tetapi juga kesehatan dan kualitas hidup masyarakat,” tandasnya.

Berita Terkait
Berita Terpopuler indeks
  1. Transjakarta Tegaskan Larangan Mengamen di Mikrotrans dan Halte

    access_time02-10-2026 remove_red_eye1847 personAldi Geri Lumban Tobing
  2. Pedagang di Jalan Mangga Besar Raya Ditertibkan

    access_time30-09-2026 remove_red_eye1688 personFolmer
  3. Kontrak Kerja 895 Guru PPPK di Jakut dan Kepulauan Seribu Diperpanjang

    access_time28-09-2026 remove_red_eye1571 personAnita Karyati
  4. Peserta HBKB Diedukasi Pencegahan DBD

    access_time27-09-2026 remove_red_eye1569 personTiyo Surya Sakti
  5. 4.100 Benih Ikan Didistribusikan di Lima Pulau Permukiman

    access_time02-10-2026 remove_red_eye1504 personAnita Karyati