You don't have javascript enabled. Good luck with that.
Pencarian
Pasar Induk Kramat Jati Otoy
photo Andri Widiyanto - Beritajakarta.id

Kebutuhan Pokok Aman, Masyarakat Diimbau Tak Panic Buying

Gubernur DKI Jakarta, Pramono Anung mengimbau masyarakat agar tidak melakukan panic buying bahan kebutuhan pangan. Hal ini mengingat ketersediaan bahan kebutuhan pokok di Jakarta masih terjaga aman.

"Nggak perlu panic buying,"

"Nggak perlu panic buying karena semua kebutuhan utama itu stoknya lebih dari cukup," ujar Pramono di Pasar Gardu Asem, Kemayoran, Jakarta Pusat, Senin (6/4).

Pemerintah Provinsi (Pemprov) DKI Jakarta pun terus melakukan pemantauan harga berbagai kebutuhan pokok di Jakarta secara harian. Menurutnya, angka inflasi di Jakarta saat ini pun masih terjaga baik.

DPRD Tekankan Pentingnya Ketahanan Pangan di Tengah Ketergantungan Pasokan

"Mengenai beberapa ada kenaikan, tapi di Jakarta sampai dengan hari ini kami memantau harian, inflasinya masih terjaga dengan baik," katanya.

Lebih lanjut, menanggapi situasi geopolitik global termasuk dampak konflik di Timur Tengah yang memicu krisis energi, Pramono menjelaskan bahwa Pemprov DKI Jakarta telah memberlakukan kebijakan Work From Home (WFH) setiap Jumat dan penggunaan transportasi umum tiap Rabu.

"Pemerintah DKI Jakarta termasuk pemerintah yang merespons secara cepat dan sudah memutuskan untuk setiap hari Jumat sampai dengan keputusan lebih lanjut dari Pemerintah Pusat, kami akan mengadakan work from home," tandasnya.

Berita Terkait
Berita Terpopuler indeks
  1. Pramono Dorong Forkabi Kompak Bangun Jakarta

    access_time24-07-2026 remove_red_eye1722 personDessy Suciati
  2. Bus Open Top Tour Jakarta Batavia Resmi Beroperasi

    access_time23-07-2026 remove_red_eye1351 personBudhi Firmansyah Surapati
  3. SEA V Cup 2026 Resmi Bergulir, Jakarta Jadi Panggung Voli Asia Tenggara

    access_time23-07-2026 remove_red_eye844 personAldi Geri Lumban Tobing
  4. Pramono Bela Satpam Tegur Pengemudi Alphard di HI

    access_time24-07-2026 remove_red_eye818 personDessy Suciati
  5. Pramono Sebut Obligasi Daerah Rp3,5 Triliun Dilirik Banyak Investor

    access_time21-07-2026 remove_red_eye811 personDessy Suciati