You don't have javascript enabled. Good luck with that.
Pencarian
Puskesmas cilandak jati
photo Nugroho Sejati - Beritajakarta.id

Sudinkes Jaksel Perkuat Upaya Preventif Cegah ISPA

Suku Dinas Kesehatan (Sudinkes) Jakarta Selatan terus memperkuat langkah preventif terhadap tren meningkatnya kasus Infeksi Saluran Pernapasan Akut (ISPA). Terutama, karena cuaca saat ini tidak menentu dapat mempengaruhi daya tahan tubuh.

"Pencegahan dini dan penanganan yang responsif"

Kepala Seksi Kesehatan Masyarakat, Suku Dinas Jakarta Selatan, Evelyne Hotma Fransisca mengatakan, dalam penanganan ISPA, kolaborasi dengan berbagai pihak, termasuk swasta sangat krusial dalam membantu tugas tenaga kesehatan (Nakes) di lapangan.

Sepanjang 2025, Ada1.140.673 Kunjungan ke Puskesmas karena ISPA

Menurutnya, dukungan tersebut memungkinkan pesan-pesan kesehatan tersampaikan lebih luas kepada warga yang mungkin belum terjangkau oleh puskesmas maupun rumah sakit.

"Nakes kami tidak bisa menjangkau semua warga, jadi bantuan dari pihak swasta cukup baik untuk mendukung semua kegiatan kami di lapangan," ujarnya, Kamis (16/4).

Evelyne menjelaskan, Sudinkes Jakarta Selatan hingga kini telah menangani lebih dari 8.600 kasus ISPA yang didominasi pasien anak dan lansia.

Untuk menekan kasus ISPA, lanjut Evelyne, tim Puskesmas dan rumah sakit telah menjalankan berbagai program strategis yang meliputi edukasi masif melalui media sosial maupun sosialisasi langsung kepada pasien yang datang ke fasilitas kesehatan.

Selain itu, program imunisasi tetap menjadi garda terdepan dalam pencegahan. Sudinkes Jaksel juga menggerakkan peran aktif ibu-ibu kader di tingkat RT/RW untuk melakukan pengawasan dan memastikan warga melengkapi imunisasi.

"Kita tetap gerakan ibu kader yang membantu kami untuk melakukan imunisasi dan pengawasan aktif. Jika ada peningkatan kasus, kita mencari tahu mengapa alasannya dan kita mencoba merencanakan cara pencegahannya," terangnya.

Evelyne menuturkan, untuk memastikan penanganan cepat bagi warga yang terpapar ISPA, pihaknya telah menyiagakan infrastruktur kesehatan yang tersebar di berbagai titik. 

"Saat ini, terdapat 10 Puskesmas, 64 Puskesmas Pembantu (Pustu), serta delapan rumah sakit umum daerah (RSUD) yang siap melayani masyarakat," ungkapnya.

Evelyne menekankan, kesadaran menjaga kesehatan harus dimulai dari tingkat terkecil, yakni individu dan keluarga. Ia memuji peran kader kesehatan yang menjadi ujung tombak dalam menyampaikan pesan ini kepada masyarakat luas.

"Kami juga mengapresiasi sinergisitas antara pemerintah, pihak swasta, dan kader masyarakat. Sehingga, kami optimistis dampak tren penyakit ISPA dapat diminimalkan melalui pencegahan dini dan penanganan yang responsif," bebernya.

Sementara itu, Wakil Camat Pancoran Rudy Cahyadi menyampaikan, penanganan ISPA mendapatkan tantangan tersendiri, terutama karena adanya peningkatan kasus pada awal tahun 2026.

"Tercatat sekitar 1.000 kasus ISPA di wilayah Pancoran pada awal tahun, namun pada Maret 2026 mulai menunjukkan penurunan," imbuhnya.

Ia menilai, kolaborasi antara pemerintah kecamatan, Puskesmas, dan berbagai pihak menjadi langkah konkret dalam menekan angka ISPA di wilayah kerjanya.

"Kami berharap kerja sama ini dapat terus berlanjut agar mampu optimal mengurangi kasus ISPA di Pancoran," tandasnya.

Berita Terkait
Berita Terpopuler indeks
  1. Perkuat Penanganan Kanker, Pram Resmikan Gedung Aura Oncology Center RSUD Pasar Minggu

    access_time30-10-2026 remove_red_eye7147 personDessy Suciati
  2. Ancol Berdzikir dan Bershalawat Perkuat Nilai Spiritual Menuju Kota Global

    access_time31-10-2026 remove_red_eye4836 personAnita Karyati
  3. Pramono Pastikan Rapelan Gaji PJLP DKI Mulai Dicairkan Bertahap

    access_time30-10-2026 remove_red_eye2540 personDessy Suciati
  4. Petugas Dishub Evakuasi Mobil Patah As Roda di Cengkareng

    access_time02-11-2026 remove_red_eye2383 personBudhi Firmansyah Surapati
  5. Pramono Bidik Juara Umum PON 2028, Akuatik Jadi Andalan

    access_time29-10-2026 remove_red_eye1837 personFakhrizal Fakhri