You don't have javascript enabled. Good luck with that.
Pencarian
Sampah organik dok
photo Doc - Beritajakarta.id

Sudin LH Jaksel Hadirkan Inovasi Pengelolaan Sampah Organik

Suku Dinas Lingkungan Hidup (Sudin LH) Jakarta Selatan menghadirkan inovasi strategi pengelolaan sampah, khususnya sampah organik melalui metode pengomposan yang lebih efektif dan berkelanjutan.

"Tidak dibuang ke tempat pembuangan akhir"

Kepala Sudin LH Jakarta Selatan, Dedy Setiono mengatakan, pihaknya telah mengembangkan berbagai inovasi pengelolaan sampah organik, di antaranya melalui metode Biopori Jumbo dan Teba Modern.

Suku Dinas LH Jaksel Intensifkan Sosialisasi Pilah Sampah

"Metode ini kami yakini sebagai cara yang efektif untuk mengurangi, bahkan mengatasi, sampah organik agar tidak dibuang ke tempat pembuangan akhir," ujarnya, Kamis (30/4).

Dedy menjelaskan, Biopori Jumbo merupakan metode pengolahan sampah organik skala besar dengan menggunakan tong plastik berkapasitas sekitar 30 liter yang dilubangi dan ditanam di dalam tanah.

"Metode ini merupakan pengembangan dari lubang resapan biopori konvensional dengan kapasitas lebih besar untuk menampung sampah dapur maupun daun kering," terangnya.

Sementara itu, Teba Modern merupakan metode pengelolaan sampah organik mandiri berbasis kearifan lokal berupa lubang komposter menyerupai sumur sedalam dua hingga tiga meter yang diperkuat beton dan dilengkapi penutup.

"Metode ini diharapkan mampu mengolah sampah organik langsung dari sumbernya sekaligus mengurangi beban sampah yang dikirim ke TPST Bantar Gebang," ungkapnya.

Menurutnya, saat ini sejumlah wilayah di Jakarta Selatan telah mulai menerapkan metode tersebut. Ke depan, pengelolaan sampah organik secara mandiri dan berkelanjutan ini diharapkan dapat semakin diimplementasikan.

Ia mengimbau warga untuk membiasakan memilah sampah sejak dari meja makan sebagai langkah nyata menuju Jakarta Selatan bebas sampah organik, khususnya dalam pengelolaan sisa makanan (food waste) maupun sampah olahan dapur.

"Kami telah mengarahkan seluruh jajaran di tingkat kecamatan untuk memberikan edukasi kepada masyarakat terkait inovasi ini. Tujuannya, sampah organik dapat diolah menjadi sesuatu yang bermanfaat, bahkan memiliki nilai ekonomi," tandasnya.

Berita Terkait
Berita Terpopuler indeks
  1. 70 Warga Kayu Manis Diedukasi Pilah Sampah

    access_time25-04-2026 remove_red_eye1782 personNurito
  2. Pemprov DKI Kucurkan Rp253,6 M Gratiskan 103 Sekolah Swasta

    access_time26-04-2026 remove_red_eye1362 personDessy Suciati
  3. Rano Ajak Perkupi Jadi Mitra Strategis Pemprov Jaga Jakarta

    access_time25-04-2026 remove_red_eye1030 personBudhi Firmansyah Surapati
  4. Hujan Ringan Berpotensi Basahi Jaksel dan Jaktim

    access_time26-04-2026 remove_red_eye1028 personDessy Suciati
  5. Generasi muda Diajak Produktif Lewat Jakarta Menulis 2026

    access_time26-04-2026 remove_red_eye941 personAnita Karyati