Lomba Cerdas Cermat Hubungan Industrial Ramaikan Peringatan May Day
Dinas Tenaga Kerja, Transmigrasi, dan Energi (Nakertransgi) bersama Lembaga Kerja Sama (LKS) Tripartit Provinsi DKI Jakarta kembali menyelenggarakan kegiatan Lomba Cerdas Cermat Hubungan Industrial antar Federasi Serikat Pekerja/Serikat Buruh yang kedua dalam rangka memperingati Hari Buruh Internasional (May Day) Tahun 2026.
"syarat kerja yang berkualitas pada tingkat perusahaan,"
Kegiatan yang berlangsung di Aula Tri Dharma Politeknik Ketenagakerjaan ini diikuti peserta yang merupakan perwakilan dari 10 federasi serikat pekerja. Kegiatan ini sebagai salah satu upaya penyegaran kembali pengetahuan dan pemahaman pekerja/buruh terhadap konsepsi dan pengaturan hubungan industrial.
Kepala Dinas Nakertransgi DKI Jakarta, Syaripudin mengatakan, pekerja/buruh yang unggul, produktif dan sejahtera merupakan salah satu indikator pengungkit utama bagi terwujudnya hubungan industrial yang harmonis.
Peringati May Day, Nakertransgi Jakbar Salurkan 550 Paket SembakoIa menyampaikan, pada tataran praktis, pekerja/buruh perlu memiliki bekal pengetahuan dan pemahaman yang cukup mengenai konsepsi dan pengaturan hubungan industrial sehingga dapat memberikan kontribusi dan memperoleh manfaat yang optimal dalam proses produksi barang dan jasa.
“Pekerja/buruh yang kompeten dengan bekal pengetahuan dan pemahaman hubungan industrial yang mumpuni di antaranya akan berdampak bagi terbentuknya pengaturan syarat kerja yang berkualitas pada tingkat perusahaan, mengingat terdapat ruang diskusi dan negosiasi dalam penyusunan Perjanjian Kerja, Peraturan Perusahaan dan Perjanjian Kerja Bersama,” ujarnya, Kamis (30/4).
Syaripudin menjelaskan, arah pembangunan hubungan industrial pada saat ini ditujukan untuk menyeimbangkan kepentingan dari seluruh unsur, yakni unsur pekerja/buruh, unsur pengusaha dan unsur pemerintah.
Menurutnya, kondisi yang harmonis dan seimbang ini muncul dari adanya suasana bekerja dan berusaha yang kondusif, sehingga berdampak positif pada penciptaan investasi berkelanjutan. Ia berharap seluruh unsur dalam hubungan industrial mampu menjalankan perannya secara optimal.
“Disertai dengan komunikasi yang baik dan dilandasi sikap saling percaya, pelaksanaan produksi barang/jasa dapat berlangsung secara produktif dan berimplikasi pada peningkatan kesejahteraan Pekerja/buruh,” jelasnya.
Syaripudin mengingatkan, pekerja/buruh memiliki peran strategis dalam penciptaan nilai tambah ekonomi melalui proses produksi barang/jasa.
“Sebagai mitra strategis dari pengusaha dan pemerintah, pekerja/buruh juga secara bersama-sama menjadi subjek dan penyokong Pembangunan ekonomi di Provinsi DKI Jakarta,” tandasnya.