Pramono Tegaskan Komitmen Sinkronisasi Pendidikan dan Tenaga Kerja Menuju Kota Global
Gubernur DKI Jakarta, Pramono Anung menegaskan pentingnya sinkronisasi antara sektor pendidikan dan tenaga kerja sebagai fondasi utama Jakarta dalam bertransformasi menjadi kota global.
"Saya menganggap penting,"
Hal ini disampaikan Pramono saat menutup acara Forum Komunikasi Komite Sekolah (FKKS) yang berlangsung di Kompleks Kantor Wali Kota Jakarta Timur, Jalan Dr Sumarno No 1, Pulo Gebang, Cakung, Selasa (5/5).
Dalam momen yang bertepatan dengan semangat Hari Pendidikan Nasional dan Hari Buruh ini, Gubernur berharap persoalan yang berkaitan dengan pendidikan dan tenaga kerja dapat terselesaikan dengan baik.
Rano Pertegas Visi Jakarta Perkuat Pendidikan Nasional"Saya menganggap penting acara ini karena ini adalah perpaduan antara pendidikan, buruh, dan juga persoalan-persoalan riil yang ada di lapangan," ujar Pramono.
Gubernur kemudian menyoroti posisi Jakarta di kancah internasional. Ia memaparkan, posisi Jakarta sebagai kota global saat ini terus membaik, yang terlihat dari peningkatan peringkat kota global dari 74 menjadi 71 dan peringkat kedua kota teraman di Asia Tenggara, serta kota dengan infrastruktur transportasi peringkat ke-17 dunia.
Tak hanya itu, kondisi ekonomi Jakarta juga disebutnya terus membaik. Namun, masalah gini rasio masih menjadi 'PR' yang harus diselesaikan Pemprov DKI.
Karena itu, Pramono menyampaikan komitmennya untuk memperluas akses pendidikan bagi anak-anak Jakarta melalui berbagai kebijakan bantuan pendidikan seperti KJP, KJMU, dan pemutihan ijazah.
"Saya ingin menyampaikan bahwa Jakarta dalam hal ini saya sebagai gubernur saya berkomitmen betul untuk bisa memperbaiki terutama untuk kelompok masyarakat yang tidak beruntung tadi," katanya.
Bahkan pada tahun ini, Pemprov DKI menggratiskan pendidikan di 103 sekolah swasta. Selain itu, program pemberangkatan ratusan lulusan SMK ke luar negeri juga menjadi prioritas Pemprov DKI.
"Dan saya minta untuk program yang seperti ini Bu Nana (Kadis Pendidikan) untuk kita lanjutkan karena inilah yang akan memberikan ruang bagi siswa-siswa SMK kita untuk bertarung pada tingkat dunia, tingkat global," lanjutnya.
Saat ini, Gubernur juga tengah merancang program beasiswa LPDP yang dikelola oleh Pemprov DKI Jakarta agar anak-anak dari keluarga kurang mampu dapat mengenyam pendidikan tinggi di luar negeri dan memperbaiki taraf hidup keluarganya.
"Saya berharap ini segera bisa terealisasi. Menurut saya, ini sangat baik untuk memberikan kesempatan bagi anak-anak atau mahasiswa Jakarta untuk bisa sekolah di luar negeri menggunakan LPDP Jakarta," tandas Pramono.