You don't have javascript enabled. Good luck with that.
Pencarian
Gubernur pramono pemilahan sampah otoy
photo Andri Widiyanto - Beritajakarta.id

Pemprov DKI Komitmen Masifkan Pengolahan Sampah Organik

Gubernur DKI Jakarta, Pramono Anung meninjau sistem pengolahan sampah organik di Pasar Kramat Jati, Jakarta Timur, Senin (11/5).

"ini akan sangat bermanfaat,"

Pengolahan sampah organik ini merupakan langkah konkret Pemprov DKI dalam mengimplementasikan Instruksi Gubernur Nomor 5 Tahun 2026 tentang pemilahan sampah di Jakarta.

"Hari ini sebagai tindak lanjut dari program pemilahan sampah yang kemarin sudah kita canangkan, maka Pemerintah Provinsi (Pemprov) DKI Jakarta melalui Pasar Jaya akan bekerja sama dengan masyarakat yang mempunyai concern untuk penanganan sampah terutama sampah organik dan anorganik," ujar Pramono.

Pemprov DKI Canangkan HUT ke-499 Jakarta dan Gerakan Pilah Sampah

Pramono menekankan, kolaborasi antara Pasar Jaya, masyarakat, dan sektor swasta menjadi kunci utama dalam menangani besarnya volume sampah yang selama ini membebani Tempat Pengolahan Sampah Terpadu (TPST) Bantargebang.

Sistem pengolahan sampah di Pasar Kramat Jati ini akan mengelola sekitar lima ton sampah tiap harinya. Dengan sinergi bersama pihak swasta dan Pupuk Indonesia, hasil pengolahan sampah tersebut akan dimanfaatkan untuk pertamanan dan menjadi produk yang memiliki nilai guna.

Pasar Jaya sendiri mengelola 153 pasar dan sekitar 500 ton sampah yang selama ini dikirim ke TPST Bantargebang. Melalui upaya ini, Pramono meyakini beban pengiriman sampah ke TPST Bantargebang akan mulai berkurang.

"Saya meyakini kalau program ini bisa dijalankan, maka ini akan sangat bermanfaat baik untuk mengurangi beban pengiriman sampah dari pasar ke Bantargebang," katanya.

Selain pasar di seluruh Jakarta, sistem pengolahan sampah serupa akan diterapkan di sektor hotel, restoran, dan kafe yang juga berkontribusi besar dalam pengiriman sampah ke TPST Bantargebang.

"Mudah-mudahan akan berjalan dengan baik dan akan bisa mengatasi persoalan sampah yang akan membawa manfaat bagi lebih green karena bisa sebagai fertilizer dari yang organik," lanjutnya.

Pramono menegaskan, gerakan pemilahan sampah ini akan diimplementasikan secara masif di Jakarta. Ia pun telah menginstruksikan jajaran wali kota, camat, lurah, hingga tingkat RT/RW untuk mulai menerapkan upaya ini.

Pemprov DKI Jakarta, kata dia, secara bertahap akan menyiapkan sarana dan prasarana pengelolaan sampah yang dibutuhkan warga.

"Secara perlahan tentunya sarana prasarananya juga akan kami persiapkan. Tetapi yang paling penting adalah ini harus berkelanjutan tidak boleh berhenti karena inilah yang akan mengubah wajah Jakarta," tandas.

Berita Terkait
Berita Terpopuler indeks
  1. Munjirin Tinjau Ring Tinju di Kolong Flyover Kampung Melayu

    access_time26-10-2026 remove_red_eye5372 personNurito
  2. Hari Pertama JRF 2026, Kualitas Udara Jakarta Lebih Nyaman

    access_time24-10-2026 remove_red_eye1867 personBudhi Firmansyah Surapati
  3. Jakarta Running Festival Berpotensi Terus Berkembang

    access_time27-10-2026 remove_red_eye1819 personFakhrizal Fakhri
  4. Lahan Tidur di Cijantung Jadi Taman Interaktif Diapresiasi Warga

    access_time23-10-2026 remove_red_eye1794 personNurito
  5. 105 Ribu Bibit Mangrove Bakal Ditanam di Kepulauan Seribu

    access_time26-10-2026 remove_red_eye1606 personAnita Karyati