You don't have javascript enabled. Good luck with that.
Pencarian
Puskesmas Kecamatan Taman Sari Gencarkan Sosialisasi Pencegahan Hantavirus
photo Budhi Firmansyah Surapati - Beritajakarta.id

Puskesmas Taman Sari Gencar Sosialisasikan Pencegahan Hantavirus

Puskesmas Kecamatan Taman Sari, Jakarta Barat, gencar mensosialisasikan pencegahan penyakit Hantavirus saat pelaksanaan layanan kesehatan di masyarakat. 

"Virus ini dibawa dan disebarkan tikus dan hewan pengerat lainnya,"

Kepala Puskesmas Kecamatan Taman Sari, Irma Sufriani mengatakan, pada hari ini jajarannya melakukan sosialisasi ke Posyandu Kenanga RW 04 Kelurahan Glodok dan Pos Pembinaan Terpadu (Posbindu) RW 03 Kelurahan Maphar.

Diungkapkan Irma, kegiatan sosialisasi pencegahan Hantavirus di Posyandu Kenanga RW 04 Kelurahan Glodok dan Posbindu RW 03 Kelurahan Maphar masing-masing diikuti 25 peserta yang terdiri dari orang tua Balita dan warga Lansia.

Pramono Pastikan Virus Nipah Belum Ditemukan di Jakarta

"Kami memanfaatkan setiap kegiatan masyarakat untuk sosialisasi pencegahan Hantavirus. Termasuk di ruang tunggu puskemas," katanya, Senin (11/5).

Irma menjelaskan, Hantavirus merupakan kelompok virus yang menyebabkan gangguan pada paru-paru atau pembuluh darah dan ginjal. 

"Virus ini dibawa dan disebarkan tikus dan hewan pengerat lainnya," jelasnya.

Gejala awal hantavirus, lanjut Irma, umumnya muncul satu hinga delapan pekan setelah paparan dan sering menyerupai flu biasa. Tanda-tandanya meliputi demam, menggigil, nyeri otot (terutama di paha, pinggul dan punggung), sakit kepala, serta gangguan pencernaan. 

Menurut Irma, gejala itu bisa berkembang cepat hingga mengganggu pernapasan atau ginjal. 

"Meski belum ditemukan kasus penyakit Hantavirus di wilayah Taman Sari, namun masyarakat perlu mendapatkan informasi yang akurat mengenai penyakit ini," tukasnya.

Sebagai antisipasi, Irma menjelaskan ada sejumlah langkah pencegahan yang bisa dilakuan seperti mencuci tangan pakai sabun dan terapkan etika batuk dan bersin, tutup lubang akses masuk tikus pada dinding, lantai dan atap. 

Selain itu, Ia menekankan pentingnya menyimpan makanan dengan aman dalam wadah tertutup dan selalu menjaga kebersihan lingkungan.

"Bersihkan sisa atau tumpahan makanan, buang sampah pada tempat sampah tertutup dan hindari menumpuk barang bekas," tandasnya.

Berita Terkait
Berita Terpopuler indeks
  1. Kebayoran Lama Selatan Miliki 56 Tempat Pengelolaan Sampah Organik

    access_time11-07-2026 remove_red_eye7980 personTiyo Surya Sakti
  2. Pengemudi Truk Sampah Salahgunakan BBM Operasional di Cilincing Disanksi

    access_time14-07-2026 remove_red_eye6795 personAnita Karyati
  3. Kelurahan Berprestasi Jadi Penggerak Jakarta Menuju 20 Besar Kota Global

    access_time13-07-2026 remove_red_eye1778 personFakhrizal Fakhri
  4. SDN Srengseng Sawah 15 Tetap Gelar Sekolah Tatap Muka

    access_time13-07-2026 remove_red_eye1546 personDessy Suciati
  5. DPRD DKI Bahas Perubahan Perda Pajak dan Retribusi Daerah

    access_time14-07-2026 remove_red_eye1464 personFakhrizal Fakhri