You don't have javascript enabled. Good luck with that.
Pencarian
Wagub rano 1 ist
photo Istimewa - Beritajakarta.id

Rano Pimpin Delegasi DKI Pelajari Pengelolaan Sampah di Kopenhagen

Wakil Gubernur DKI Jakarta Rano Karno, memimpin delegasi Pemerintah Provinsi DKI Jakarta meninjau fasilitas pengolahan sampah Copen Hill di Kopenhagen, Denmark, pada Minggu (17/5) pagi waktu setempat.

"Teknologi bisa dibangun, tetapi keberhasilannya sangat ditentukan partisipasi warga,”

Kunjungan itu bagian dari upaya Pemprov DKI Jakarta mempelajari sistem pengelolaan sampah modern yang terintegrasi dan ramah lingkungan.

“Teknologinya sangat maju. Tidak hanya mengolah sampah menjadi energi, sisa pembakarannya juga dapat dimanfaatkan sebagai bahan campuran aspal," ujar Rano.

Rano Hadiri Leadership Exchange Programme Jakarta–Milan

Diakuinya, pengelolaan sampah di Copen Hill menunjukkan fasilitas lingkungan dapat dibangun secara modern, efisien, sekaligus terbuka bagi publik.

"Menariknya, kawasan itu dirancang ramah bagi masyarakat dengan memiliki area edukasi, kafe, hingga arena ski rumput sehingga menggugurkan anggapan fasilitas lingkungan sebagai tempat yang tertutup dan kumuh," beber Rano.

Diungkapkan Rano, pengalaman Kopenhagen menjadi inspirasi penting bagi Jakarta yang saat ini terus berupaya mempercepat pengurangan dan pengelolaan sampah perkotaan secara berkelanjutan.

"Keberhasilan pengelolaan sampah tetap harus dimulai dari perubahan perilaku masyarakat dalam memilah sampah dari sumbernya," tegas Rano.

Karena itu, Ia menekankan pentingnya komitmen bersama semua pihak. Diyakininya, dengan kekuatan komitmen bersama antara pemerintah dan masyarakat, Jakarta memiliki peluang besar untuk mengurangi persoalan sampah kota

“Pemilahan sampah di hulu adalah kunci. Teknologi bisa dibangun, tetapi keberhasilannya sangat ditentukan partisipasi warga,” tegasnya.

Selaras dengan yang diucapkan Manajemen Copen Hill. Mereka juga mengakui bahwa keberhasilan pengolahan sampah tidak hanya bergantung pada teknologi, tetapi juga kedisiplinan masyarakat dalam memilah sampah sejak dari rumah.

Di fasilitas tersebut, sampah yang telah dipilah diolah melalui teknologi waste-to-energy. Sampah dibakar pada suhu tinggi hingga 1.000 derajat Celsius untuk menghasilkan uap panas yang kemudian menggerakkan turbin pembangkit listrik. Energi yang dihasilkan dimanfaatkan untuk memenuhi kebutuhan listrik dan pemanas bagi sekitar 100.000 hingga 150.000 rumah tangga di Kota Kopenhagen.

“Kami menerapkan pemilahan sampah sejak dari rumah tangga dengan 10 kategori. Sampah makanan diproses di fasilitas berbeda, sedangkan sampah rumah tangga dipisahkan antara kaca, plastik, serta logam sebelum diolah menjadi energi,” ungkap Flemming G. Nielsen dari Amager Resource Center, pengelola Copen Hill.

Fasilitas yang mulai beroperasi pada 2017 itu mampu mengolah sekitar 440.000 hingga 610.000 ton sampah setiap tahun. Dari proses tersebut, Copen Hill menghasilkan sekitar 283 GWh listrik dan 1.383 GWh energi panas.

Adapun limbah makanan yang diolah di fasilitas terpisah dimanfaatkan untuk menghasilkan biogas bagi kebutuha

n masyarakat.

Berita Terkait
Berita Terpopuler indeks
  1. Transjakarta Tegaskan Larangan Mengamen di Mikrotrans dan Halte

    access_time02-10-2026 remove_red_eye3255 personAldi Geri Lumban Tobing
  2. 4.100 Benih Ikan Didistribusikan di Lima Pulau Permukiman

    access_time02-10-2026 remove_red_eye2879 personAnita Karyati
  3. Syafrin Minta Pengurus RT/RW Terus Jadi Mitra Strategis Pemerintah

    access_time01-10-2026 remove_red_eye1626 personTiyo Surya Sakti
  4. Jalan Raya Ciracas Dilebarkan

    access_time01-10-2026 remove_red_eye1446 personNurito
  5. Sudin Kesehatan Jakpus Sidak Dua Klinik Kecantikan Diduga Ilegal

    access_time06-10-2026 remove_red_eye1234 personFolmer