You don't have javascript enabled. Good luck with that.
Pencarian
IMG 20260609 WA0030
photo Tiyo Surya Sakti - Beritajakarta.id

Poktan New Puspita Makmur Gunakan Bioflok Kembangkan Budi Daya Ikan

Upaya memperkuat ketahanan pangan di tingkat lingkungan terus dilakukan warga Kelurahan Gandaria Utara, Kecamatan Kebayoran Baru, Jakarta Selatan. Salah satunya melalui pengembangan budi daya ikan dengan sistem bioflok yang dilakukan Kelompok Tani (Poktan) New Puspita Makmur di RW 09.

"Ramah lingkungan"

Lurah Gandaria Utara, Muhammad Fahri mengatakan, saat ini Poktan New Puspita Makmur memiliki empat kolam bioflok berdiameter tiga meter. Setiap kolam diisi sebanyak 750 bibit ikan nila yang dibudidayakan sebagai tahap awal pengembangan program tersebut.

Pokdakan Mina Muda Kreatif Terima Bantuan Bioflok

"Saat ini kami fokus membudidayakan ikan nila terlebih dahulu. Ke depan, kami juga menyiapkan dua kolam tambahan yang akan digunakan untuk budi daya ikan lele," ujarnya, Selasa (9/6).

Menurutnya, budi daya ikan dengan sistem bioflok diharapkan dapat mendukung ketahanan pangan lingkungan sekaligus membantu memenuhi kebutuhan gizi masyarakat, khususnya Balita di RW 09.

Fahri menjelaskan, Poktan New Puspita Makmur menjadi salah satu pelopor penerapan sistem bioflok di lingkungan permukiman warga. 

Ia mengapresiasi semangat para pengurus dan anggota kelompok tani yang terus belajar dan mengembangkan metode budidaya tersebut.

"Kami bersyukur karena pengurus Poktan dan warga memiliki semangat yang tinggi untuk mempelajari serta mengembangkan sistem bioflok ini," terangnya.

Sementara itu, Pengelola Poktan New Puspita Makmur, Piet Jon Christian memaparkan, sistem bioflok dipilih karena lokasi kolam berada di kawasan permukiman padat penduduk. 

"Metode budi daya menggunakan bioflok ini ramah lingkungan dan tidak menimbulkan bau," bebernya.

Ia menambahkan, dalam sistem bioflok, limbah dan kotoran ikan diolah kembali menjadi flok atau gumpalan nutrisi yang dapat dimanfaatkan sebagai pakan tambahan bagi ikan. Sehingga, tidak terjadi penumpukan kotoran di dalam kolam.

"Sistem ini tidak memerlukan pembuangan maupun pengurasan air secara berkala serta tidak menimbulkan bau tidak sedap. Hal itu karena sistem bioflok bekerja selama 24 jam secara berkelanjutan," tandasnya.

Berita Terkait
Berita Terpopuler indeks
  1. Pemprov DKI Perpanjang PJJ Sampai 8 September

    access_time07-09-2026 remove_red_eye7318 personDessy Suciati
  2. Angkutan Laut Transjakarta Perkuat Konektivitas Kepulauan Seribu

    access_time04-09-2026 remove_red_eye2825 personFakhrizal Fakhri
  3. Ini Pemicu Kenaikan Harga Cabai Rawit Merah di Jakarta

    access_time08-09-2026 remove_red_eye2406 personAldi Geri Lumban Tobing
  4. Enam Mobil Tangki Air Bersihkan Abu Vulkanik di Sejumlah Ruas Jalan di Jaktim

    access_time06-09-2026 remove_red_eye2116 personNurito
  5. Warga Diimbau Lindungi Saluran Pernapasan dan Mata dari Paparan Abu Vulkanik

    access_time06-09-2026 remove_red_eye1909 personBudhi Firmansyah Surapati