You don't have javascript enabled. Good luck with that.
Pencarian
IMG 20260616 WA0068
photo Nurito - Beritajakarta.id

Pawai Kendaraan Hias Meriahkan Peringatan Tahun Baru Islam di Cilangkap

Sebanyak 125 kendaraan hias mengikuti pawai memperingati Tahun Baru Islam 1 Muharam 1448 Hijriah di Kelurahan Cilangkap, Kecamatan Cipayung, Jakarta Timur.

"Menumbuhkan semangat baru"

Pawai kendaraan hias bertema "Generasi Berakhlak, Bersosial Media dengan Bijak dan Menjaga Perdamaian dengan Kompak" tersebut dilepas langsung oleh Wali Kota Jakarta Timur, Munjirin, bersama Pendiri Pondok Pesantren Al Hamid, KH Lukman Hakim Hamid.

TMR Dipadati 134.943 Pengunjung di Libur Tahun Baru Islam dan Akhir Pekan

Ratusan peserta yang terdiri dari santri putra dan putri, pengasuh pondok pesantren, wali santri, warga sekitar hingga sejumlah majelis taklim di Kecamatan Cipayung tampak antusias mengikuti kegiatan. 

Sepanjang perjalanan, lantunan selawat menggema dari kendaraan-kendaraan yang telah dihias dengan beragam kreasi menarik.

Berbagai kendaraan tampil unik dan kreatif. Ada yang dihias menyerupai musala dan masjid, pesawat tempur, kendaraan taktis, hingga kendaraan yang dipenuhi aneka jajanan anak-anak yang ditata rapi.

Adapun rute pawai melintasi Jalan Raya Munjul, Jalan Cilangkap Baru, Jalan Raya Cilangkap, Jalan Raya Malaka, dan sejumlah ruas jalan lainnya. Untuk memastikan kelancaran kegiatan, peserta mendapat pengawalan dari petugas Kepolisian, Satpol PP serta Suku Dinas Perhubungan Jakarta Timur.

Wali Kota Jakarta Timur, Munjirin, mengapresiasi penyelenggaraan pawai yang dinilainya tidak hanya menjadi sarana syiar Islam, tetapi juga memberikan manfaat ekonomi bagi masyarakat.

"Kami sangat mengapresiasi kegiatan pawai kendaraan hias ini karena menghadirkan suasana religius sekaligus memberikan dampak positif bagi masyarakat," ujarnya, Selasa (16/6).

Munjirin menjelaskan, kegiatan tersebut mampu menggerakkan roda perekonomian lokal. Pelaku usaha mikro, kecil, dan menengah (UMKM) mendapat peluang untuk mempromosikan dan menjual produknya.

Ia menambahkan, perayaan Tahun Baru Islam yang dikemas secara kreatif seperti ini menjadi pengalaman berharga bagi para santri maupun anak-anak di lingkungan sekitar serta dapat memperkuat semangat kebersamaan masyarakat.

Sementara itu, Pendiri Pondok Pesantren Al Hamid, KH Lukman Hakim Hamid menuturkan, pawai kendaraan hias sudah menjadi tradisi tahunan dalam menyambut Tahun Baru Islam.

Menurutnya, selain sebagai media syiar Islam dan memperkuat ukhuwah Islamiyah, kegiatan ini juga menjadi ajang silaturahmi antara santri, wali santri, pengasuh pondok pesantren, masyarakat serta unsur pemerintah dari tingkat kota hingga kelurahan.

"Hari ini ada sekitar 125 kendaraan roda empat hias yang mengikuti pawai. Jumlah itu belum termasuk sepeda motor yang turut mengiringi rombongan. Kami berharap kegiatan ini dapat menumbuhkan semangat baru bagi para santri dan masyarakat dalam menyambut Tahun Baru Islam 1448 Hijriah," ungkapnya.

Ia memaparkan, kendaraan hias dengan dekorasi paling menarik dan kreatif akan mendapatkan hadiah berupa uang tunai maupun perabot rumah tangga. Selain itu, peserta juga berkesempatan memperoleh berbagai doorprize yang telah disiapkan panitia.

"Kemeriahan pawai ini menjadi bukti tingginya antusiasme masyarakat dalam menyambut Tahun Baru Islam sekaligus memperkuat nilai-nilai religius, kebersamaan dan kepedulian sosial di tengah kehidupan masyarakat di Jakarta Timur," tandasnya.

Berita Terkait
Berita Terpopuler indeks
  1. Munjirin Tinjau Ring Tinju di Kolong Flyover Kampung Melayu

    access_time26-10-2026 remove_red_eye5472 personNurito
  2. Hari Pertama JRF 2026, Kualitas Udara Jakarta Lebih Nyaman

    access_time24-10-2026 remove_red_eye1932 personBudhi Firmansyah Surapati
  3. Jakarta Running Festival Berpotensi Terus Berkembang

    access_time27-10-2026 remove_red_eye1906 personFakhrizal Fakhri
  4. Lahan Tidur di Cijantung Jadi Taman Interaktif Diapresiasi Warga

    access_time23-10-2026 remove_red_eye1862 personNurito
  5. 105 Ribu Bibit Mangrove Bakal Ditanam di Kepulauan Seribu

    access_time26-10-2026 remove_red_eye1680 personAnita Karyati