You don't have javascript enabled. Good luck with that.
Pencarian
Rano Ziarahi Makam Guru Mughni
photo Istimewa - Beritajakarta.id

Rano: Sejarah Ulama Perkaya Identitas Jakarta

Wakil Gubernur Rano Karno menilai, kisah para ulama dan tokoh lokal merupakan kekuatan budaya yang dapat memperkaya identitas Jakarta sebagai kota global. 

"Pahlawan tidak melulu tokoh fiksi seperti Superman, tetapi juga para ulama yang nyata memberikan kontribusi,”

Pernyataan ini diutarakan Rano, saat berziarah ke makam Guru KH Abdul Mughni di Setiabudi, Jakarta Selatan, Jumat (19/6). Kegiatan ini merupakan bagian dari rangkaian menyambut Hari Ulang Tahun (HUT) ke-499 Kota Jakarta. 

Menurut Rano, sejarah perjuangan dan perjalanan ulama dan habaib di Jakarta perlu dikemas secara menarik agar lebih mudah dikenal generasi muda dan at diperkenalkan kepada masyarakat internasional.

Arifin dan Jajaran Ziarah Makam Ulama Betawi di TPU Kawi-Kawi

“Kita sebagai generasi penerus harus semakin mengenal para tokoh ini. Tidak ada kata terlambat. Tadi saya sempat bertanya mengenai ketersediaan foto atau gambar beliau, ternyata dokumennya ada di Leiden, Belanda. Jika dokumen tersebut berhasil didapatkan, kita dapat memanfaatkannya dengan teknologi AI agar generasi muda mengetahui sosok ulama dan habaib di Jakarta,” ujarnya.

Rano menceritakan pengalamannya saat diundang ke Bali untuk memaparkan potensi Jakarta di dunia internasional, khususnya terkait rencana pembentukan Jakarta Film Commission.

“Dunia internasional sangat menyambut baik. Kekuatan cerita dan konten Indonesia justru bertumpu pada kisah-kisah lokal. Inilah momen yang tepat untuk memperkenalkan local heroes. Pahlawan tidak melulu tokoh fiksi seperti Superman, tetapi juga para ulama yang nyata memberikan kontribusi,” tegasnya. 

Disebutkan Rano, Pemprov DKI Jakarta terus mendorong pelestarian sejarah dan kebudayaan melalui pendidikan serta penguatan muatan lokal di sekolah. 

Langkah ini, menurut Rano, penting untuk mengatasi keterputusan informasi sejarah di kalangan generasi muda sekaligus menumbuhkan kembali rasa kebangsaan.

“Kita harus mengakui bahwa generasi saat ini mengalami keterputusan informasi sejarah. Menjadi kewajiban kita bersama untuk memperkenalkannya kembali secara nyata. Kita wajib mengenalkan kembali sosok-sosok pahlawan demi menjaga nasionalisme anak-anak kita,” tandas Rano.

Berita Terkait
Berita Terpopuler indeks
  1. LRT Rute Kelapa Gading-Manggarai Siap Beroperasi Penuh 26 Agustus

    access_time24-08-2026 remove_red_eye2726 personDessy Suciati
  2. Pelajar SD di Kepulauan Seribu Ikuti Lomba Regu Prestasi Penggalang

    access_time28-08-2026 remove_red_eye1774 personAnita Karyati
  3. Resmikan RS Toto Tentrem, Pramono Dorong Kerja Sama dengan RSUD Tarakan

    access_time24-08-2026 remove_red_eye1687 personDessy Suciati
  4. Asyik, Sekarang Ada Bioskop Mini di Rusun Pasar Rumput

    access_time24-08-2026 remove_red_eye1298 personBudhi Firmansyah Surapati
  5. Peresmian LRT Rute Kelapa Gading-Manggarai Dijadwal Ulang

    access_time26-08-2026 remove_red_eye781 personDessy Suciati