You don't have javascript enabled. Good luck with that.
Pencarian
Petugas Gabungan Bersihkan Sampah di Saluran Phb Kali Gendong
photo Anita Karyati - Beritajakarta.id

Petugas Gabungan Bersihkan Sampah di Saluran Phb Kali Gendong

Petugas gabungan dari Suku Dinas Sumber Daya Air (SDA) Jakarta Utara, Unit Pengelola Sampah (UPS) Badan Air Dinas Lingkungan Hidup, serta personel Penanganan Prasarana dan Sarana Umum (PPSU) mengintensifkan pembersihan sampah di Saluran Penghubung (Phb) Kali Gendong, Muara Baru, Kelurahan Penjaringan, Kecamatan Penjaringan.

"Meminta warga turut menjaga kebersihan"

Kepala Suku Dinas SDA Jakarta Utara, Heria Suwandi mengatakan, tumpukan sampah di lokasi tersebut disebabkan masih rendahnya kesadaran masyarakat yang membuang sampah langsung ke aliran kali. Kondisi itu diperparah dengan belum tersedianya tempat pembuangan sampah (TPS) yang memadai di sekitar lokasi.

Apel Jaga Jakarta Pilah Sampah Komitmen Wujudkan Jakarta Bersih

"Setiap hari petugas membantu mengangkut sampah yang menumpuk. Kami melakukan pembersihan secara manual karena terjadi perubahan tata guna lahan di sepanjang bantaran kali," ujarnya, Selasa (21/5).

Heri menjelaskan, selain persoalan sampah, penyempitan badan kali akibat banyaknya bangunan yang menjorok ke aliran air juga menjadi kendala serius. 

"Berdasarkan data kami, lebar kali yang semula mencapai 10 hingga 12 meter kini menyusut menjadi hanya empat hingga enam meter," terangnya.

Menurutnya, kondisi tersebut menyebabkan alat berat sulit masuk ke lokasi untuk melakukan pembersihan maupun pengerukan sedimen lumpur. Pengerukan secara optimal baru dapat dilakukan setelah adanya penataan terhadap bangunan yang berdiri di atas bahu kali.

"Solusinya, pemangku wilayah harus lebih tegas mengimbau warga agar tidak membuang sampah dari jendela rumah maupun jembatan langsung ke kali. Kesadaran bersama menjadi kunci untuk mencegah pencemaran lingkungan," ungkapnya.

Ia menambahkan, Saluran Phb Kali Gendong memiliki panjang sekitar dua kilometer yang melintasi wilayah RT 16, RT 17, dan RT 19 di Kelurahan Penjaringan. Kawasan tersebut dihuni sekitar 10.000 Kepala Keluarga (KK).

Heri memaparkan, dari jumlah tersebut, sekitar 40 persen warga tinggal di bangunan yang berdiri tepat di atas aliran air sehingga kebiasaan membuang sampah ke kali masih sulit dihilangkan.

"Kami meminta warga turut menjaga kebersihan lingkungan. Jangan lagi membuang sampah ke kali agar tidak terjadi penyumbatan yang dapat memicu banjir," ucapnya.

Sementara itu, Pengawas UPS Badan Air Kecamatan Penjaringan, Seno Rivaldi menuturkan, pihaknya rutin melakukan pembersihan setiap hari dengan mengangkut lima hingga tujuh gerobak motor sampah dari aliran kali tersebut. Namun, tingginya volume sampah harian membuat penanganan harus dilakukan secara lebih intensif.

"Kemarin kami telah melaksanakan kerja bakti besar-besaran dengan melibatkan 110 personel gabungan. Hasilnya, sebanyak 65 meter kubik sampah berhasil diangkut dari aliran sepanjang 2,5 kilometer," imbuhnya.

Ia berharap, upaya pembersihan yang dilakukan secara rutin dapat didukung penuh oleh masyarakat melalui partisipasi aktif dalam menjaga kebersihan lingkungan.

"Hari ini pembersihan secara kolaboratif masih terus berlanjut. Kami sangat mengharapkan kesadaran warga untuk tidak lagi membuang sampah ke aliran kali demi kepentingan bersama," tandasnya.

Berita Terkait
Berita Terpopuler indeks
  1. Pekerja dan Pedagang di Terminal Kampung Rambutan Dibantu Sembako

    access_time17-06-2026 remove_red_eye6711 personNurito
  2. TMR Ramai Dikunjungi Wisatawan

    access_time16-06-2026 remove_red_eye1983 personTiyo Surya Sakti
  3. Hujan Diprediksi Basahi Sebagian Jakarta Hari Ini

    access_time15-06-2026 remove_red_eye1006 personDessy Suciati
  4. Hadir di Mayors Forum, Pramono Sebut Layanan Publik Jadi Fondasi Menuju Kota Global

    access_time15-06-2026 remove_red_eye787 personDessy Suciati
  5. Pramono-PM Singapura Bahas Peluang Investasi TOD dan MRT Jakarta

    access_time16-06-2026 remove_red_eye720 personDessy Suciati