Bangun Jakarta, Pramono Komitmen Dengar Aspirasi Warga
Gubernur DKI Jakarta Pramono Anung menyampaikan, kunci utama dalam memajukan dan menciptakan rasa aman dan nyaman di Jakarta yakni dengan mendengarkan keinginan masyarakat.
"Pemimpin itu harus mendengar,"
Tidak hanya membangun infrastruktur, menurutnya, kota yang maju juga harus dilakukan dengan melihat kebutuhan masyarakatnya. Hal ini disampaikannya saat menghadiri acara Cita Loka Festival 2026 di Aryaduta Menteng, Jakarta Pusat, Rabu (24/6).
"Bagi saya, Jakarta ini kalau mau baik, maju, nyaman, aman, maka yang paling utama adalah bagaimana selain membangun infrastrukturnya adalah mendengar apa yang menjadi keinginan warganya," ujar Pramono.
Pembangunan Jakarta Harus Selaras dengan Aspirasi WargaPramono menyampaikan, komitmen untuk mendengarkan aspirasi masyarakat ini pun telah dilakukannya sejak awal masa kepemimpinannya di Jakarta.
Hal ini termasuk dengan mendengarkan para pemimpin Jakarta sebelumnya dalam menuntaskan berbagai persoalan yang belum terselesaikan, seperti pembongkaran tiang monorel, pembangunan RS Sumber Waras, dan pembangunan jembatan penghubung antara JIS ke Ancol.
Tak hanya itu, melalui berbagai kegiatan yang melibatkan partisipasi masyarakat seperti dalam perayaan hari besar keagamaan, Pramono meyakini akan menciptakan kerukunan dan kedamaian di Jakarta.
"Pemimpin itu harus mendengar apa yang menjadi keinginannya. Tidak kemudian membangun sesuatu yang tidak diperlukan oleh masyarakat," kata Pramono.
Berbagai proyek infrastruktur yang dikerjakan Pemerintah Provinsi (Pemprov) DKI Jakarta pun juga dilakukan dengan mendengarkan kebutuhan warga. Ia mencontohkan pembangunan pedestrian deck di Dukuh Atas yang akan mengintegrasikan berbagai layanan transportasi di Jakarta, seperti KRL, MRT, LRT, Transjakarta, dan Mikrotrans.
Di era digital, Pemprov DKI mendengarkan berbagai keluhan masyarakat melalui optimalisasi aplikasi yang dimiliki, seperti super app JAKI dan sistem Cepat Respon Masyarakat (CRM).
"Hampir 299.000 (aduan) itu kita tangani. Jadi hampir 98 persen ditangani," kata dia.
Namun ia menegaskan, penanganan dari aduan masyarakat tidak boleh hanya sekadar formalitas. Sebab, menurutnya yang paling penting adalah menjaga kepercayaan masyarakat terhadap Pemprov DKI.
Melalui berbagai pembenahan yang dilakukan secara menyeluruh ini, posisi Jakarta di peringkat global pun mengalami perbaikan. Dalam indeks kota global, Jakarta saat ini menempati peringkat 71 dari sebelumnya 74.
Pembenahan yang telah dilakukan meliputi perluasan layanan transportasi hingga daerah penyangga, penanganan dan pengelolaan masalah sampah, serta penanganan masalah banjir.